Indonesia Kebut Persiapan Jelang Olimpiade Tokyo meski Jepang Darurat Covid-19

Antara, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 43 2400045 jepang-darurat-covid-19-indonesia-tetap-bersiap-untuk-olimpiade-tokyo-FRaXQKx07u.jpg Olimpiade Tokyo 2020 (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah Jepang menerapkan keadaan darurat Covid-19 jelang bergulirnya ajang Olimpiade Tokyo. Meski demikian, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menegaskan hingga kini kontingen Merah Putih tetap akan mempersiapkan diri untuk tampil pada perhelatan akbar tersebut

“Sejauh ini saya sudah tanya sama pihak Jepang kalau Olimpiade Tokyo tetap digelar sesuai rencana. Meski tidak ada penonton asing, ya tidak masalah buat kami,” ungkap Oktohari di Jakarta, Jumat (23/4)

 Baca juga: Bangga! Juri Indonesia Bertambah di Olimpiade Tokyo

Okto, sapaan akrabnya, mengaku tidak keberatan dengan keputusan panitia penyelenggara melarang kehadiran penonton luar negerti dalam pesta empat tahunan itu. Yang terpenting saat ini, menurutnya, adalah bagaimana Olimpiade bisa tetap terselenggara dengan aman.

Apabila Olimpiade 2020 Tokyo sukses terselenggara, Okto menyebut hal itu bakal menjadi momen yang tak terlupakan apalagi seluruh pihak di dunia sudah sangat menantikan pelaksanaan pesta olahraga terakbar sejagad itu.

Baca juga: INABGOC Hadir, Indonesia Makin Fokus Kejar Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032

Okto melanjutkan KOI juga akan mulai bersafari ke beberapa pelatnas untuk menengok persiapan para atlet menuju Olimpiade Tokyo yang akan digelar kurang dari 100 hari lagi itu.

“Mulai pekan depan kami akan reli ke cabor-cabor. Kami berencana pada Selasa (20/4) sore akan ke Pelatnas Cipayung bersama tim CdM (Chief de Meeting),” tuturnya.

Pemerintah Jepang pada Jumat (23/4) menerapkan status keadaan darurat COVID-19 di Tokyo dan tiga wilayah lainnya tepat tiga bulan sebelum upacara pembukaan Olimpiade Tokyo yang dimulai pada 23 Juli mendatang.

Aturan ini bertepatan dengan libur Golden Week yang merupakan masa kunjungan paling sibuk di Jepang dalam tahun ini, dan bisa melibatkan penghentian operasi kereta dan bus demi mengendalikan pergerakan.

Skala pandemi di Jepang kian membuat was-was para pejabat dan pekerja medis kendati pemerintah dan penyelenggara Olimpiade Tokyo tetap bertekad mewujudkan perhelatan tersebut berjalan sesuai rencana.

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mendukung langkah pemerintah Jepang dalam menerapkan keadaan darurat di Tokyo. Namun ia menilai keputusan itu tidak ada kaitannya dengan Olimpiade.

“Jika langkah ini diambil, saya pikir keputusan itu akan sejalan dengan pendekatan yang sangat hati-hati dari pemerintah Jepang, pemerintah metropolitan Tokyo dan semua otoritas Jepang,” kata Bach.

“Keputusan itu merupakan tindakan preventif dan ditetapkan untuk waktu yang terbatas. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah secara keseluruhan tidak ada kaitannya dengan Olimpiade,” katanya lagi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini