Penyelenggara Olimpiade Tokyo Berencana Lakukan Tes Covid-19 Harian kepada Para Atlet

Antara, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 43 2378872 penyelenggara-olimpiade-tokyo-berencana-lakukan-tes-covid-19-harian-kepada-para-atlet-j8RGGXNb43.jpg Olimpiade. (Foto: Reuters)

TOKYO – Panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo saat ini tengah mempertimbangkan rencana untuk melakukan tes virus Covid-19 kepada para atlet setiap harinya selama berlaga. Rencana soal tes ini mengalami perubahan dari sebelumnya hanya empat hari sekali.

Perubahan rencana ini terjadi setelah varian baru virus corona menyebar. Penyelenggara juga diharapkan mempertimbangkan apakah kenaikan jumlah dan tenaga yang dibutuhkan untuk tes Covid-19 setiap hari akan mempengaruhi akses masyarakat umum mendapatkan tes tersebut, menurut sumber, Kyodo melaporkan, Selasa (16/3/2021).

Olimpiade

Penyelenggara Olimpiade Tokyo, pemerintah Tokyo, dan lembaga terkait pemerintah Jepang juga dapat melihat apakah atlet di kamp pelatihan pra-pertandingan dan kota tuan rumah juga dapat mendapatkan tes Covid-19 setiap hari.

BACA JUGA: Presiden Berharap Olimpiade Tokyo 2020 Dihadiri Penonton

Presiden Olimpiade Tokyo, Seiko Hashimoto, pada 9 Maret, mengatakan bahwa frekuensi pengujian kemungkinan akan meningkat dari setiap empat hari sekali setelah munculnya varian baru virus corona.

BACA JUGA: KOI Akan Salurkan Bantuan Finansial ke 11 Cabang Olahraga

Pada Desember, panel yang dipimpin pemerintah yang bertugas memberikan tindakan pencegahan virus corona menyatakan dalam laporan sementara bahwa tes COVID-19 pada atlet akan dilakukan setiap 96 hingga 120 jam.

Edisi pertama buku pedoman untuk atlet yang dirilis oleh penyelenggara pada bulan Februari menyebutkan bahwa tes akan dilakukan setidaknya empat hari sekali.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga telah menyerukan agar skema pengujian ditingkatkan setelah tes COVID-19 berlangsung hampir setiap hari di Kejuaraan Dunia Bola Tangan pada Januari dan turnamen tenis Australia Open pada Februari.

Olimpiade

Vaksinasi COVID-19 tidak akan menjadi persyaratan wajib bagi atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo. Oleh karena itu tes dan protokol kesehatan menjadi dasar upaya untuk menghindari penyebaran virus corona.

Presiden IOC Thomas Bach, pada Kamis (11/3), mengatakan bahwa Komite Olimpiade China telah menawarkan untuk memberikan vaksin bagi para atlet di Olimpiade Tokyo, tetapi masih harus dilihat atlet mana yang akan mereka tuju.

Pemerintah Jepang dan penyelenggara Tokyo Games berharap dapat mendeteksi mereka yang terinfeksi secepatnya dan melakukan karantina untuk mencegah penyebaran virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini