Mayoritas Rakyat Jepang Tak Ingin Olimpiade Tokyo 2020 Dihadiri Penonton Asing

Antara, Jurnalis · Senin 08 Maret 2021 21:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 08 43 2374470 mayoritas-rakyat-jepang-tak-ingin-olimpiade-tokyo-2020-dihadiri-penonton-asing-15hYGi1Zne.jpg Logo Olimpiade (Foto: Reuters)

TOKYO – Lebih dari 75% masyarakat Jepang menentang penggemar olahraga dari luar negeri menghadiri Olimpiade Tokyo 2020. Hal tersebut diungkapkan melalui jajak pendapat yang dirilis Senin, (8/3/2020) ketika pihak penyelengara Olimpiade Tokyo 2020 bersiap untuk membuat keputusan tentang penonton asing.

Jajak pendapat, yang dilakukan oleh harian Yomiuri Shimbun, itu menunjukkan bahwa hanya 18% orang yang mendukung adanya penggemar asing masuk ke Jepang untuk menonton Olimpiade yang telah ditunda karena virus corona itu. Sementara, 77% orang menentang.

Logo Olimpiade

Penyelenggara Olimpiade, pada pekan lalu, mengatakan berencana untuk memutuskan permasalahan soal penonton asing pada bulan ini, kemungkinan sebelum estafet obor dimulai pada 25 Maret.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Bakal Ubah Rasa Khawatir Jadi Kegembiraan

Akan tetapi, media Jepang mengatakan para pemimpin Olimpiade telah memutuskan untuk melarang kehadiran penonton asing.

Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto, Jumat 5 Maret 2021, mengatakan bahwa penyelenggara "benar-benar ingin mengadakan acara di stadion penuh dengan penggemar dari seluruh dunia," tetapi akan merasa sulit "jika kami tidak dalam posisi di mana kami dapat menerima mereka dan situasinya dengan fasilitas medis tidak sempurna."

Jajak pendapat Yomiuri juga mengungkapkan bahwa 45 persen responden mendukung adanya penonton untuk menghadiri Olimpiade, sementara 48 persen menentang.

Olimpiade Tokyo 2020

Penyelenggara mengatakan mereka berencana untuk membuat keputusan tentang batas kehadiran penonton pada bulan April.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo 2020 Mustahil Ditunda Lagi

Jajak pendapat tersebut dilakukan antara 5 hingga 7 Maret 2021 melalui panggilan telepon secara acak dengan 1.066 dari 1.977 orang merespons saat dihubungi, demikian AFP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini