Herry IP Ungkap Cara Gembleng Para Pemain Junior

Antara, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 06:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 40 2371949 herry-ip-ungkap-cara-gembleng-para-pemain-junior-HYwwZtl5ic.jpg Ahsan/Hendra bersama dengan Marcus/Kevin (Foto: PBSI)

BASEL - Pelatih ganda putra Timnas Bulu Tangkis Indonesia, Herry Iman Pierngadi, membeberkan cara untuk mengembangkan permainan atlet-atlet muda. Menurutnya, cara terbaik ialah dengan melibatkan atlet senior untuk menggembleng selama fase latihan.

Menurut pelatih berusia 58 tahun ini, teknik dan mental atlet muda akan lebih cepat terbentuk jika turut disisipi latihan bersama ganda putra senior yang sudah punya banyak pengalaman.

Baca juga: Hasil Wakil Indonesia di Hari Kedua Swiss Open 2021

"Senior sekarang juga harus ikut menggembleng yang pelapis muda. Mereka bisa tahu rasanya bertanding dengan pebulu tangkis kelas atas karena gaya main senior kan berbeda, selain itu biar junior ini ada rasa diperhatikan dari yang senior," tutur Herry melalui diskusi virtual.

Herry IP bersama Ahsan dan Hendra

Pola latihan seperti tersebut berbeda dari sebelumnya, katanya melanjutkan, karena cara ini dinilai lebih efektif membentuk karakter permainan atlet junior dibandingkan jika hanya mengandalkan arahan dari tim pelatih.

Terlebih karakter permainan atlet muda biasanya belum solid dan masih mencari gaya permainan yang pas, sehingga akan lebih pas jika dihadapkan langsung dengan gaya permainan pebulu tangkis senior.

"Pemain muda masih banyak PR-nya, masih banyak yang perlu diperbaiki. Beda dengan yang senior, mereka sudah matang dan mainnya solid," pungkas Herry.

Selain mengajari teknik, atlet muda juga akan dilatih berkomunikasi atau berkoordinasi di lapangan, baik antar atlet maupun dengan pelatih.

Komunikasi yang tidak baik kerap menimbulkan kesalahan persepsi di lapangan, yang berdampak pada pengaturan strategi permainan.

Herry IP

Hampir 30 tahun mengasuh atlet Pelatnas PBSI Cipayung, Herry kerap menemukan kendala dalam komunikasi dengan atletnya di lapangan.

"Dukanya sebagai pelatih kadang kalau komunikasi tidak nyambung, itu masalah. Pelatih maunya seperti ini tapi atlet malah bertindak lain, seperti ini kita yang rugi," ungkapnya.

Oleh sebab itu ia berharap aspek komunikasi yang baik bisa dikuasai atlet pelapis muda sehingga tidak ada lagi kesalahan persepsi saat menjalani laga turnamen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini