Ketua Olimpiade Tokyo Resmi Mengundurkan Diri

Antara, Jurnalis · Jum'at 12 Februari 2021 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 12 43 2361115 ketua-olimpiade-tokyo-resmi-mengundurkan-diri-l5g7wD6YkG.JPG Yoshiro Mori mengundurkan diri (Foto: Reuters/Yoshikazu Tsuno)

TOKYO - Ketua Pelaksana Olimpiade Tokyo, Yoshiro Mori, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Ia juga meminta maaf karena telah melontarkan pernyataan bernada seksis yang memicu kemarahan secara global. Kerja berat kini menanti panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020

Yoshiro Mori memicu kehebohan ketika mengatakan dalam pertemuan komite Olimpiade awal Januari ini bahwa wanita berbicara terlalu banyak. Pernyataan itu memicu protes global agar dia dipecat karena menolak mundur.

Baca juga: Atlet Dilarang Berpelukan atau Tos di Olimpiade Tokyo 

"Pernyataan saya yang tidak pantas telah menyebabkan masalah besar. Saya minta maaf," kata Mori pada awal pertemuan para pejabat senior dalam panitia penyelenggara, dikutip dari Reuters, Jumat (12/2/2021). 

Maskot Olimpiade Tokyo (Foto: Twitter/@tokyo2020)

Lebih lanjut, Mori mengatakan bahwa meskipun mungkin telah mengatakan sesuatu yang tidak perlu, dia tidak melakukannya dengan sengaja dan merasa pernyataannya disalah-artikan oleh media. Dia menegaskan tidak berprasangka buruk terhadap perempuan.

Baca juga: Olimpiade Tokyo Bisa Digelar Sesuai jadwal 

"Saya sudah berusaha mendukung wanita sebesar mungkin, dan saya telah berusaha mendukung wanita lebih dari kepada laki-laki sehingga mereka bisa berbicara," sambung pria berusia 83 tahun itu. 

"Ada saat-saat manakala orang tidak mau mengangkat tangan dan tidak mau angkat bicara, dan saya akan berusaha keras mengatakan tolong bicara dan saya merasa wanita sudah bisa berbicara banyak," tandasnya. 

Pengunduran diri Mori yang juga mantan perdana menteri itu hanya beberapa bulan sebelum Olimpiade  yang sudah dimundurkan itu mulai digelar tengah tahun ini. Dikhawatirkan, kepercayaan terhadap penyelenggara semakin terkikis gara-gara kasus  ini. 

Di antara kandidat yang dianggap bisa menggantikan Mori adalah Menteri Olimpiade Seiko Hashimoto, kata media. Hashimoto (56) adalah atlet Olimpiade tujuh kali dan anggota parlemen wanita perintis. Nama depannya diambil dari kata-kata Jepang untuk nyala api Olimpiade dan dia lahir beberapa hari sebelum Olimpiade Tokyo 1964 dibuka.

Antusiasme warga (Foto: Twitter/@Tokyo2020)

Sehari sebelumnya Mori meminta walikota Desa Olimpiade, Saburo Kawabuchi yang berusia 84 tahun, agar mengambil alih posisi teratas, tetapi setelah publik mengkritiknya karena Kawabuchi juga dari generasi Mori maka sang calon menolak jabatan itu.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike yang merupakan pelopor pemimpin wanita pertama Tokyo, menghindari memberikan jawaban langsung ketika ditanya tentang siapa penerus Mori yang seharusnya. Namun dia menyatakan orang itu harus mewujudkan cita-cita Olimpiade tentang inklusivitas dan menjadi orang yang bisa diterima dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini