Lempar Komentar Bernada Seksi, Ketua Olimpiade Tokyo 2020 Minta Maaf

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 04:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 43 2356752 lempar-komentar-bernada-seksi-ketua-olimpiade-tokyo-2020-minta-maaf-dq7B27qjao.jpg Yoshiro Mori (Foto: Reuters)

TOKYO – Ketua Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020, Yoshiro Mori. menyampaikan permintaan maaf atas komentar seksis yang mengatakan tentang kaum perempuan yang terlalu banyak berbicara. Ia pun mengaku benar-benar sangat menyesali komentarnya tersebut.

Kendati banyak mendapat kencaman, Mori menyatakan bahwa ia menolak mundur dari jabatannya. Ia mengakui komentarnya itu tidak pantas dan bertentangan dengan semangat Olimpiade.

“Saya sangat menyesal dan saya ingin menarik kembali ucapan saya,” kata Mori dikutip dari Reuters, Kamis.

Yoshiro Mori

Dia juga disebut sudah mengirimkan pernyataan maaf ke Komite Olimpiade Internasional. Juru bicara IOC menganggap masalah itu telah selesai. Namun permintaan maaf itu justru dianggap publik sama sekali tidak seperti permintaan maaf yang tulus.

Baca Juga: Meski Pandemi Covid-19 Belum Reda, Tokyo Tetap Yakin Bisa Selengarakan Olimpiade

“Dia tak punya pilihan lain selain minta maaf karena dia telah dikecam. Saya pikir semua orang bisa melihat bahwa ia tak begitu menyesal. Itu tak seperti permintaan maaf,” kata seorang konsultan hubungan masyarakat Keiko Ishikawa.

Sementara seorang profesor hukum di Musashino Art University, Yoko Shida, mengatakan komentar Mori bertentangan dengan prinsip IOC dan itu akan sulit meredakan kekhawatiran publik terhadap Olimpiade.

“Hal ini biasanya akan berujung pada tuntutan pengunduran diri,” kata Shida.

Mori menjadi pusat perhatian setelah melontarkan komentar seksis dalam rapat dewan Komite Olimpiade Jepang, Rabu. Mantan perdana menteri Jepang itu mengatakan enggan menambah jumlah anggota wanita karena dianggap terlalu banyak bicara yang membuat mereka menjengkelkan.

Olimpiade Tokyo 2020

“Jika kita menambah jumlah anggota wanita, kita harus memastikan mereka diberikan batasan waktu bicara sebab mereka sulit berhenti, dan itu menjengkelkan,” kata Mori dilaporkan media lokal.

Baca Juga: Presiden FIFA: Pemain Sepakbola Bukan Prioritas Vaksin Covid-19

Komentar Mori langsung membuat geger media sosial, bahkan muncul tagar #Moriresign yang menjadi trending Twitter di Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini