Soal Karantina di Australia Open 2021, Novak Djokovic Minta Kelonggaran

Djanti Virantika, Jurnalis · Sabtu 23 Januari 2021 03:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 40 2349331 soal-karantina-di-australia-open-2021-novak-djokovic-minta-kelonggaran-ca3MG1GLmY.jpg Novak Djokovic. (Foto: Instagram/@novakdjokovic)

MELBOURNE – Petenis putra nomor satu dunia, Novak Djokovic, meminta pihak penyelenggara Australia Open 2021 memberi kelonggaran dalam karantina. Lebih jauh, Djokovic pun menjelaskan soal kelonggaran yang diinginkannya.

Seperti diketahui, sebanyak 72 pemain yang akan bertanding di Australia Terbuka 2021 terpaksa diisolasi di kamar hotel masing-masing selama 14 hari. Hal ini dilakukan karena terdapat seorang pemain yang positif dalam pesawat charter yang mengangkut mereka.

Novak Djokovic

Namun, Djokovic meminta pemain yang ikut turnamen pemanasan di Adelaide agar diperbolehkan keluar kamar selama lima jam sehari untuk latihan selama periode isolasi. Djokovic juga disebut-sebut menolak vaksin serta tidak mengenakan masker saat di bus.

BACA JUGA: Peserta Australia Open 2021 yang Positif Covid-19 Bertambah 3 Orang

Berdasarkan pemberitaan The Indian Express, Djokovic meminta keistimewaan itu juga berlaku untuk petenis lain, bukan cuma dirinya sendiri. Tuntutan Djokovic sampai-sampai membuat petenis tuan rumah, Nick Kyrgios, berang.

“Saya benar-benar peduli kepada sesama pemain. Saya juga sangat memahami bagaimana dunia ini berjalan sekarang,” kata Djokovic, dikutip The Indian Express, Sabtu (23/1/2021).

Kyrgios sempat muncul di media sosial Instagram untuk mengomentari Djokovic. Begini komentar petenis 25 tahun asal Canberra tersebut.

Novak Djokovic

“Djokovic adalah sebuah alat. Saya tidak keberatan dengan Bernie (Tomic), tapi kekasihnya punya pandangan lain, jadi ini adegan yang konyol,” kata Kyrgios.

Kyrgios sendiri tidak perlu menjalani karantina mandiri mengingat dia tinggal di Australia. Namun, petenis yang datang dari luar negeri memang menjalani protokol kesehatan superketat, apalagi tiga dari 17 penerbangan mereka ditemukan setidaknya empat orang terinfeksi virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini