GELARAN lomba balap motor paling bergengsi, MotoGP, pada tahun ini bisa dibilang penuh dengan kejutan. Mulai dari musim yang sempat terganggu akibat merebaknya virus corona, hingga munculnya juara baru, yakni Joan Mir.
Tak ada yang pernah memperkirakan bahwa rencana Dorna Sports sebagai promotor MotoGP untuk menggelar 20 balapan di musim ini bisa terganggu. Sebab, di akhir musim 2019, optimisme tinggi masih dirasakan seluruh pihak. Antusiasme pun terlihat jelas dari diri pembalap hingga tim untuk menyambut beberapa seri baru.
Tetapi, merebaknya Covid-19 secara global telah mengacak-acak kalender balap MotoGP 2020 yang telah disusun. Sejumlah seri akhirnya ditunda hingga dibatalkan.
Pada 11 Juni, kerja keras Dorna Sports, IRTA (Asosiasi Tim-Tim MotoGP), hingga tentu saja para pembalap telah membuahkan kalender baru MotoGP 2020. Dari 20 balapan yang direncanakan di awal, MotoGP 2020 hanya menyisakan 14 seri. Seluruhnya digelar di Eropa
Meski ada banyak perubahan yang terjadi dalam penyelenggaraan MotoGP 2020, soal prediksi juara, tak ada yang berubah. Nama-nama pembalap top, dari Marc Marquez, Andrea Dovizioso, Fabio Quartararo, hingga Maverick Vinales, paling dijagokan menjadi juara.
Kejutan Joan Mir

Tak ada satu pun suara yang menggaungkan nama pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, untuk menjadi juara. Sekalipun menjagokan pembalap dari tim Suzuki, yang mencuat tentu saja nama rekan setim Mir, yakni Alex Rins.
Sebab, Rins berhasil tampil apik di sepanjang gelaran MotoGP 2019 hingga menyabet kemenangan perdana di kelas MotoGP. Tetapi, bencana yang dialami Rins di awal musim telah merusak harapan Suzuki untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Mengalami kecelakaan tunggal di sesi kualifikasi MotoGP Spanyol 2020 yang menjadi seri pembuka musim ini, Rins pun didera dislokasi bahu. Kondisi ini membuat Rins absen di seri perdana. Meski sudah comeback di seri kedua, performanya belum bisa kembali impresif seperti biasanya.
Dengan kondisi ini, Suzuki yang tinggal menyisakan Joan Mir tampak semakin terpinggirkan dari perebutan gelar juara MotoGP 2020. Sebab, Joan Mir masih tampak kesulitan pada musim lalu hingga momen debutnya itu berujung kurang manis.

Tetapi, gebrakan besar nyatanya diberikan Joan Mir. Pembalap kelahiran Mallorca 1 September 1997 itu menghadirkan kejutan besar. Di balapan seri kedua yang bertajuk MotoGP Andalusia 2020, ia sudah bisa finis di lima besar.
Kejutan yang besar pun baru benar-benar hadir di seri keempat. Tampil di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, Mir tanpa disangka-sangka bisa bersaing memperebutkan podium. Ia finis di urutan kedua dengan catatan waktu yang terpaut 1,377 detik dari Dovizioso yang keluar sebagai pemenang.
Dari situ, sosoknya mulai diperhatikan. Tetapi, beberapa pihak masih belum memperhitungkan Joan Mir dalam perebutan gelar juara karena bisa jadi raihan podium itu hanya faktor kebetulan semata.
Bak menjawab pandangan remeh publik, Mir bisa secara tiga kali beruntun menempati podium. Hal itu terjadi di MotoGP San Marino, Emilia Romagna, dan Catalunya. Di San Marino, Mir finis di posisi ketiga, sementara dua balapan lainnya diakhiri di urutan kedua.
Perlahan, kebolehan Mir mulai dibicarakan. Terlebih soal hasil di MotoGP Emilia Romagna 2020. Pasalnya, dalam balapan tersebut, Mir diketahui hanya memulai dari urutan ke-11 di starting grid. Tetapi, ia membuktikan bahwa posisi start bukanlah penentu hasil akhir.
“Aksi yang luar biasa dari Joan Mir! Sekali lagi, dia melakukan pekerjaan dengan baik. Anda dapat melihat bahwa dia memulai balapan dengan berada jauh ke belakang,” sanjungan Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio, usai MotoGP Emilia Romagna 2020, seperti disadur dari laman resmi Tim Suzuki.

Dari situ, posisi Mir di klasemen perlahan mulai terdongkrak. Usai MotoGP Emilia Romagna 2020, pembalap berusia 23 tahun itu menempati urutan keempat di klasemen dengan koleksi poin 80 angka.
Absennya Marc Marquez dalam banyak balapan di MotoGP 2020 pun telah membuat persaingan perebutan gelar juara lebih terbuka untuk para pembalap, termasuk Joan Mir. Peluang inilah yang perlahan tampak mulai dimanfaatkan oleh Mir.
Kepercayaan Diri Joan Mir Muncul

“Saya percaya diri dapat bersaing meraih gelar juara dunia pada musim ini. Saya awalnya tak terlalu memperhatikan karena masih ada banyak poin yang tersisa. Tetapi, saya rasa tidak salah mengatakan bahwa kami sudah setengah jalan,” ungkap Mir di pertengahan musim 2020, seperti yang diwartakan The Race.
Usahanya pun tampak berbuah manis. Usai merebut tiga podium beruntun, ia mencatatkan hasil yang fantastis kembali. Dia merebut dua kemenangan beruntun, yakni di seri Aragon dan Teruel.
Hasil itu pun membawa Mir naik ke posisi puncak di klasemen sementara. Ia bahkan unggul hingga 14 angka dari Fabio Quartararo yang namanya paling difavoritkan menjuarai MotoGP 2020.
Peluang untuk menjuarai MotoGP 2020 pun semakin dekat di genggaman Mir. Sebab, usai MotoGP Teruel 2020, hanya tinggal tersisa tiga balapan lagi di musim ini. Tetapi, ada saja pandangan yang menganggap Mir tak pantas menjadi juara karena belum memetik satu kemenangan di musim 2020.
Mendapati situasi tersebut, Mir langsung memberikan jawaban di MotoGP Eropa 2020. Penantiannya akan kemenangan terbayarkan karena dirinya merebut hal tersebut di sana. Mir pun merasa bisa lebih tenang jika menyegel gelar juara.
Benar saja, di seri ke-13 MotoGP 2020 yang bertajuk GP Valencia, ia mengunci gelar juara. Kesuksesannya bak sebuah kejutan besar. Ia benar-benar menjadi definisi from zero to hero.
Pencapaian manis Mir di MotoGP 2020 pun telah membuatnya Suzuki menghentikan puasa gelar juaranya yang sudah berlangsung cukup lama di kelas premier. Terakhir kali, Suzuki merebut gelar juara pada 2000 lewat penampilan Kenny Roberts Jr.

Mir benar-benar membuat gelaran MotoGP 2020 dipenuhi kejutan. Sebab, dalam 10 tahun terakhir, gelar juara didominasi oleh Jorge Lorenzo (2010, 2012, dan 2015), Casey Stoner (2011), serta Marc Marquez (2013, 2014, 2016, 2017, 2018, dan 2019).
Bagi Mir, ini bukan gelar juara pertamanya di ajang balap motor grand prix. Sebelumnya, ia telah merebutnya di kelas Moto3 pada 2017. Tak ayal, dirinya langsung disandingkan dengan Marquez dan Valentino Rossi karena mampu mengoleksi dua gelar juara di lima musim awalnya berkarier di ajang grand prix.
Meski telah menuai kesuksesan besar, pandangan meremehkan soal gelar juara Mir tetap saja berdatangan. Ia dinilai hanya sekadar aji mumpu untuk menjuarai MotoGP 2020. Sebab, tak ada peran Marquez di sepanjang musim ini yang membuat persaingan dinilai menjadi lebih mudah.
Hanya waktu yang akan membuktikan apakah gelar juara Mir sekadar aji mumpung atau benar berkat bakatnya yang gemilang. Mir sendiri bertekad mempertahankan gelar juaranya ke musim depan, meski dipastikan bakal sulit karena Marc Marquez akan kembali.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.