Demi Tuan Rumah Olimpiade 2032, KOI Berangkat ke Swiss pada Januari 2021

Antara, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 43 2323448 demi-tuan-rumah-olimpiade-2032-koi-berangkat-ke-swiss-pada-januari-2021-arVy3F1RgD.jpg Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memiliki rencana untuk mengujungi markas Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Lausanne, Swiss. Hal ini dilakukan sebagai upaya penguatan langkah Indonesia dalam bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

“Ada rencana pada Januari nanti Ketua Umum NOC Indonesia (Raja Sapta Oktohari) akan hadir ke sana (Swiss),” kata Sekretaris Jenderal KOI Ferry Kono.

“Tapi kami masih melihat kalender dan jadwal Thomas Bach juga,” ujar dia menambahkan.

Olimpiade

Menurut Ferry, kunjungan awal itu cukup penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang perlu dilakukan. Pertemuan tersebut juga akan menjadi catatan tim untuk mulai bekerja dalam mempersiapkan proses bidding.

Apabila sudah bertemu dengan IOC, maka KOI dan komite khusus selanjutnya dapat mulai menyusun road map serta strategi pemenangan bidding.

Namun KOI saat ini masih menunggu surat Keputusan Presiden (Keppres) terkait pembentukan panitia pencalonan Indonesia untuk Olimpiade 2032. Ia mengharapkan draf Keppres itu bisa selesai akhir tahun ini agar dapat segera diedarkan kepada kementerian dan lembaga terkait.

Baca juga KOI Tak Takut Resesi Bakal Halangi Target Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

KOI menyadari bahwa tantangan untuk memenangkan bidding sangat besar karena para pesaing datang dari negara-negara besar dan maju, seperti Australia, Jerman, Spanyol, dan Qatar.

Namun KOI juga optimistis bahwa Indonesia merupakan kandidat yang kuat untuk memenangkannya karena jika melihat pada penyelenggaraan sebelumnya, sebagian negara pesaing sudah pernah menjadi tuan rumah pesta olahraga terakbar sedunia itu.

Australia sudah pernah dua kali menjadi tuan rumah Olimpiade pada 1956 di Melbourne dan 2000 di Sydney. Jerman juga pernah menggelar Olimpiade pada tahun 1972 di Munich, sedangkan Seoul terpilih menjadi tuan rumah pada 1988.

“Jadi sepertinya tidak menjadi sebuah legacy bagi Thomas Bach apabila menunjuk negara yang sudah pernah menjadi tuan rumah (Olimpiade). Dengan menunjuk Indonesia, IOC punya legacy baru yaitu menunjuk negara Asia Tenggara pertama. Mudah-mudahan itu jadi nilai tambahan,” ujar dia.

Ollimpiade

Indonesia harus bergerak cepat karena salah satu negara pesaing, yakni Australia juga sangat serius dalam mengikuti bidding ini. Perdana Menteri Australia Scott Morrison bahkan sudah mulai melakukan pendekatan dengan presiden IOC di Tokyo, November lalu.

Pemerintah negara bagian Queensland juga telah menyatakan akan kembali bekerja bersama dengan gugus tugas mulai awal tahun depan untuk mempersiapkan Brisbane dalam bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini