Terkendala Izin, Australia Open 2021 Bisa Diundur dari Jadwal

Antara, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 40 2316301 terkendala-izin-australia-open-2021-bisa-diundur-dari-jadwal-MzwECthGKQ.jpg Melbourne Park, arena dari ajang Australia Open. (Foto: Twitter/AustraliaOpen)

MELBOURNE – Ajang Australia Open 2021 yang direncanakan bakal dilaksanakan pada 18-31 Januari 2021 dikabarkan bakal ditunda. Penundaan bisa berlangsung satu sampai dua pekan karena penyelenggaran masih belum mendapatkan izin dari pihak Pemerintah Victoria.

Dikabarkan negosiasi antara penyelenggara, asosiasi tenis serta pemerintah Victoria terkait protokol kesehatan covid-19 masih belum mencapai kesepakatan. Karena itulah penundaan mungkin saja bisa terjadi meski belum dapat dipastikan.

“Ada beberapa opsi tanggal yang akan kami bahas,” kata Menteri Olahraga dan Pariwisata Victoria, Martin Pakula seperti dikutip Reuters, Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Federer Nilai Djokovic Pantas Sabet Gelar Juara Australia Open 2020

Melbourne Park

Sebelumnya santer beredar kabar bahwa Australia Open 2021 kemungkinan diundur karena adanya pengetatan protokol Covid-19 di Negeri Kanguru itu. Namun, Federasi Tenis Australia (TA) menepis spekulasi soal turnamen Grand Salam itu akan mundur dari jadwal semula yaitu 18-31 Januari 2021 mendatang.

“Saya telah melihat laporan yang menunjukkan kemungkinan (turnamen) akan ditunda selama satu atau dua pekan. Tapi itu masih kemungkinan,” kata Pakula.

“Akan tetapi, itu bukan satu-satunya pilihan. Seperti yang diketahui, Prancis Open ditunda beberapa bulan, Wimbledon juga tidak digelar. Saya kira ini hanya penundaan singkat,” tambahnya.

Perdana Menteri Victoria, Dan Andrews juga yakin jika turnamen akan tetap berlangsung asalkan para pemain bersedia menjalani karantina terlebih dahulu.

“Kami akan mengadakan Australia Open 2021, tetapi (turnamen) harus digelar tak seperti biasanya,” imbuh Andrews.

Roger Federer

Kewajiban karantina, kata Andrews, akan menjadi persyaratan yang harus disepakati oleh pihak ATP dan WTA dengan otoritas kesehatan setempat mengingat adanya pengetatan protokol Covid-19 yang diterapkan pemerintah setempat.

“Seluruh dunia sedang dalam bahaya sehingga akan ada karantina bagi siapapun yang datang ke negara kami. Tidak ada jalan lain,” pungkas Andrews.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini