Emosionalnya Crutchlow Finis pada Balapan Terakhirnya di MotoGP

Ezha Herdanu, Jurnalis · Selasa 24 November 2020 06:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 38 2314845 emosionalnya-crutchlow-finis-pada-balapan-terakhirnya-di-motogp-WC5md6lLit.jpg Cal Crutchlow (Foto: motogp.com)

PORTIMAO – Cal Crutchlow mengaku sangat emosional usai menjalani balapan terakhirnya sebagai pembalap profesional di MotoGP musim 2020 seri Portugal. Meski dalam lubuk hatinya, Crutchlow sedikit merasa kecewa karena gagal meraih hasil maksimal dalam balapan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Crutchlow memang akhirnya menjawab terkait spekulasi mengenai masa depannya sebagai pembalap profesional. Ya, Crutchlow akhirnya memilih untuk menyelesaikan karier panjangnya di kelas MotoGP.

Crutchlow sendiri memang mengawali kariernya di kelas MotoGP pada musim 2011 dengan membela Tim Monster Yamaha Tech3. Crutchlow sendiri menghabiskan tiga musim membela Tim Monster Yamaha Tech3, sebelum akhirnya pindah ke Ducati pada MotoGP 2014.

Infografis MotoGP 2020

Akan tetapi kiprah Crutchlow di Tim Ducati memang tidak terlalu menjanjikan, sehingga hanya bertahan semusim saja. Crutchlow sendiri akhirnya memilih untuk menerima pinangan dari Tim LCR Honda, tim yang selalu dibelanya dalam lima musim terakhir.

Perjalanan karier Crutchlow bersama Tim LCR Honda juga sejatinya tidak terlalu mengecewakan. Terhitung selama membela Tim LCR Honda, Crutchlow berhasil mengoleksi tiga kemenangan dan 12 podium.

Baca Juga: Cal Crutchlow Komentari Kiprahnya di MotoGP

Akan tetapi kisah romantis antara Crutchlow dan Tim LCR Honda dipastikan berakhir pada MotoGP 2020. Pasalnya pembalap berkebangsaan Inggris itu memilih untuk pensiun. Keputusan Crutchlow itu cukup mengejukan, lantaran ia sempat diisukan bakal melanjutkan karier bersam Tim Aprilia Gresini.

Balapan di MotoGP Portugal 2020 pun aksi terakhir Crutchlow sebagai pembalap profesional. Crutchlow pun mengaku sangat emosional seusai menjalani balapan terakhirnya di MotoGP. Meski ia juga sedikit kecewa lantaran hanya mampu finis ke-13 dalam balapan tersebut.

“Rasanya emosional berhenti balapan. Saya mengerahkan segalanya sepanjang balapan, dan itu saja yang bisa saya minta dari diri saya sendiri, seperti biasa,” jelas Crutchlow, seperti disadur dari Motorsport Total, Selasa (24/11/2020).

“Akan tetapi, jika bicara soal hasil, saya kecewa, karena tadinya saya ada di posisi yang baik, saya merasa harusnya bisa bertahan. Sayangnya, grip ban belakang saya berkurang drastis, mungkin elektronik dan mapping pada awal balapan kontrol traksinya kurang,” lanjutnya.

Baca Juga: Crutchlow Tunjuk Miller sebagai Penggantinya di MotoGP

“Alhasil, ketika saya berusaha tetap bertarung, saya melaju 300 km/jam menuju Tikungan 1. Namun, saya tak menyerah dan telah bertarung keras. Saya senang bisa finis, karena saya mengawali karier dengan kecelakaan, dan mudah saja mengakhiri karier dengan kecelakaan juga.”

“Secara umum, saya senang sudah selesai. Menyenangkan bisa bertarung dengan beberapa pembalap terbaik dunia. Para pembalap yang jadi lawan saya sudah menang tahun ini, berkali-kali podium juga,” tuntas pembalap berusia 35 tahun tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini