TAVULLIA – CEO VR46, Alberto Tebaldi, mengungkapkan seperti apa kemarahan Valentino Rossi usai dinyatakan terpapar virus Corona (Covid-19). Tebaldi menyatakan bahwa Rossi benar-benar merasa kecewa dan marah, lantaran merasa dirinya sudah sangat berhati-hati agar tak terpapar virus tersebut.
Sebagaimana diketahui, sebuah kabar mengejutkan memang datang dari Rossi beberapa waktu lalu. Ya, The Doctor –julukan Rossi– dinyatakan terpapar Covid-19, sehingga diharuskan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.
Kondisi tersebut pun memaksa Rossi harus melewatkan dua balapan krusial baginya di MotoGP 2020. Ya, pembalap berusia 41 tahun tersebut terpaksa absen ketika MotoGP 2020 melangsungkan dua balapan di Sirkuit Aragon.

Dengan absennya Rossi di balapan MotoGP Aragon dan Teruel 2020, membuat dirinya dipastikan gagal menjadi juara dunia tahun ini. Pasalnya raihan poin pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, yang tengah memuncaki klasemen MotoGP 2020 sudah tak mampu lagi terkejar Rossi dengan tiga balapan tersisa.
Baca Juga: Vinales Prediksi Rossi Bakal Terus Balapan hingga Berusia 43 Tahun
Hal-hal tersebutlah yang membuat Rossi benar-benar merasa marah dan kecewa usai dinyatakan positif Covid-19. Pasalnya menurut Tebaldi, Rossi sudah sangat berhati-hati agar dirinya tidak terpapar virus yang berasal dari Wuhan tersebut.
Tebaldi selaku salah satu orang terdekat Rossi pun mengungkapkan perasaan pembalap asal Italia tersebut setelah dinyatakan positif Covid-19. Tebaldi mengatakan bahwa Rossi benar-benar marah dan kecewa.
“Secara fisik, Vale baik-baik saja. Bisa dibilang ia semi-asimptomatik. Ia tadinya punya gejala pada hari saat harus berangkat (ke Aragon), yakni pada Kamis pagi,” ungkap Tebaldi, seperti dilaporkan oleh Tuttomotoriweb, Senin (2/11/2020).
“Pada Jumat, ia merasa lebih buruk, tapi kemudian tak ada apa-apa. Kini ia baik-baik saja, fisiknya dalam kondisi baik. Vale benar-benar sangat marah dengan kabar itu (dinyatakan positif Covid-19),” sambungnya.
Baca Juga: Quartararo Berpeluang Lewati Rekor Valentino Rossi jika Juarai MotoGP 2020
“Ia benar-benar sangat kecewa atas peristiwa ini, karena ia selalu hati-hati. Ia sama sedihnya seperti orang lain. Kami mempunyai teman-teman yang sempat sakit, begitu juga orang-orang tua kami, kakek-nenek kami, orang-orang yang kami cintai.”
“Kini Vale bisa melaju cepat, lebih konsisten sepanjang balapan. Tapi ketika Anda ganti crew chief, Anda harus kembali membangun perasaan, mengerjakan banyak detail. Tahun ini ia berusaha melakukan semuanya, dan ia merasa bahagia,” tuntas pria berkebangsaan Italia tersebut.
(Ramdani Bur)