Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Absennya Marquez Bukan Penyebab Keanehan Kejuaraan Dunia MotoGP 2020

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Sabtu, 24 Oktober 2020 |14:08 WIB
Absennya Marquez Bukan Penyebab Keanehan Kejuaraan Dunia MotoGP 2020
Marc Marquez menyapa Santi Hernandez, kepala krunya (Foto: Twitter/@HRC_MotoGP)
A
A
A

ALCANIZ – Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 hingga seri ke-10 di Aragon sudah menghasilkan delapan orang pemenang berbeda. Keanehan tersebut diyakini terjadi karena ketiadaan Marc Marquez. Pendapat berbeda disampaikan pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo.

Sebagaimana diketahui, Marc Marquez sudah absen mengaspal sejak seri kedua, MotoGP Andalusia 2020, 26 Juli lalu. The Baby Alien absen karena cedera patah tulang humerus di lengan kanannya. Ia bahkan masih absen hingga seri ke-10 MotoGP Aragon 2020 pekan lalu.

Absennya Marc Marquez ternyata berdampak pada keseruan MotoGP 2020. Setiap balapan menghadirkan kejutan tersendiri. Bahkan, dari 10 seri yang digelar sudah ada delapan orang pemenang. Padahal, biasanya podium teratas didominasi juara dunia MotoGP enam kali tersebut.

Baca juga: Soal Gelar Juara Dunia, Quartararo: Saya Nothing to Lose

Marc Marquez fokus memulihkan cedera (Foto: Twitter/@marcmarquez93)

Bagi Fabio Quartararo, Marc Marquez perlu diakui sebagai pembalap superior. Namun, ketiadaan pembalap berusia 27 tahun itu tidak serta merta menghadirkan keanehan pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Sebab, ada faktor lain seperti ban baru yang dibawa Michelin.

“Ketika Marc ada di Kejuaraan Dunia, Anda bisa melihat dia adalah pembalap yang superior. Dia adalah referensi utama kami semua. Itu bukan berarti kami semua lebih lambat. Sebaliknya, saat ini para pembalap justru lebih cepat,” ujar Fabio Quartararo, dikutip dari Motorsport, Sabtu (24/10/2020).

“Juga, perubahan kompon ban membuat semua orang kini dalam level yang sama. Dengan ban yang lama, ada beberapa motor yang diuntungkan, sekarang tidak. Ini menyebabkan Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 lebih aneh. Buat saya, ini semua bukan karena absennya Marc,” imbuh pria berpaspor Prancis itu.

Keanehan lain dari Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 adalah soal persaingan gelar juara. Biasanya, ketika musim menyisakan empat balapan lagi, nama juara dunia sudah diketahui. Kali ini, persaingan berlangsung lebih ketat.

Hingga menjelang seri ke-11 MotoGP Teruel 2020, tidak ada dominasi di puncak klasemen pembalap. Bahkan, pemuncak klasemen sudah beberapa kali berganti. Saat ini, posisi puncak dikuasi Joan Mir dengan nilai 121.

Selisih Joan Mir dengan pembalap di posisi kedua, yakni Fabio Quartararo, bahkan sangat tipis, yakni enam angka. Bukan tidak mungkin, pergantian pimpinan klasemen akan terjadi usai GP Teruel. Sebab, tidak banyak pembalap yang bisa konsisten pada dua balapan beruntun di sirkuit yang sama.

Baru Fabio Quartararo yang bisa menang pada dua balapan beruntun. Sementara finis di podium dalam dua balapan beruntun di tempat yang sama, hanya Maverick Vinales, Joan Mir, dan Jack Miller yang bisa.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement