Usai kejadian itu, Rossi dinilai tak seagresif baiasanya dalam menjalani balapan. Sebab, ia menjadi menyadari bahwa ajang balap yang dilakoni memang berbahaya.
"Saat Jorge Lorenzo menjadi pesaingnya, Rossi masih terus mencoba semua jenis strategi untuk menang. Namun, hal itu tidak berhasil," ujar Chicho, sebagaimana dikutip dari Paddock GP, Selasa (6/10/2020).

"Valentino Rossi mulai berubah sejak 23 Oktober 2011 (Simoncelli meninggal dunia). Momen itu mungkin membuat Rossi mengerti bahwa MotoGP adalah olahraga berbahaya yang bisa membuat orang kehilangan nyawa," lanjutnya.
Kepergian Simoncelli memang diketahui sangat membuat Rossi terpukul. Untuk menghormati mendiang Simoncelli, Rossi bahkan mendirikan sekolah balap motor bernama VR46 Riders Academy.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.