Stoner Sebut MotoGP 2020 Tak Menarik karena Tidak Ada Marquez

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 38 2275719 stoner-sebut-motogp-2020-tak-menarik-karena-tidak-ada-marquez-fQ2dHJY1rc.jpg Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez. (Foto: Twitter/marcmarquez93)

MISANO – Mantan pembalap Honda, Casey Stoner merasa balapan MotoGP 2020 sangat berbeda bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan yang sangat terasa oleh Stoner adalah tak ada pembalap yang diunggulkan untuk menjadi pemimpin di kompetisi tersebut.

Sewaktu dirinya masih aktif menjadi seorang pembalap Stoner mengatakan bahwa ada banyak pembalap pemimpin kala itu. Sebut saja seperti Valentino Rossi, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo dan Stoner sendiri.

Dengan adanya pembalap yang dapat memimpin membuat persaingan gelar juara dunia semakin menarik. Namun, absennya Marc Marquez (Repsol Honda) di awal MotoGP 2020 dikarenakan cedera telah membuat balapan tersebut kehilangan pemimpinnya.

Baca Juga: Manajer Suzuki Ecstar Percaya Rins dan Mir Bisa Bicara Banyak di Misano

Casey Stoner

Mungkin bila dilihat banyak pihak, tak adanya Marquez membuat persaingan gelar juara jadi bisa diperebutkan oleh siapa pun. Namun, hal tersebut justru tak baik untuk kompetisi karena Stoner percaya seharusnya tetap ada pembalap yang diunggulkan.

Karena itulah, Stoner merasa tak adanya Marquez membuat MotoGP 2020 sedikit tak menarik. Ia merasa ketika ada The Baby Alien –julukan Marquez– kompetisi balapan berada di level lain yang sangat membuat ajang tersebut sangat menarik.

“Perkataan saya saat ini mungkin akan membuat kontroversi, namun saya setuju jika gelar juara saat ini sedikit diremehkan. Tanpa adanya Marc Marquez, jujur saja tidak ada pemimpin di MotoGP,” ujar Stoner, dilansir dari Marca, Kamis (10/9/2020).

“Hal itu dapat dilihat dari hasil balapan, dari orang-orang yang mengisi posisi paling atas di klasemen sementara MotoGP 2020. Marc adalah seorang pemimpin yang jelas dan dia membuat kejuaraan ini berada di level lain,” lanjut Stoner.

“Saat saya masih balapan, waktu itu ada Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan saya. Mereka semua adalah pembalap yang selalu diungguilkan,” tambah pria asal Australia tersebut.

Marc Marquez

Stoner berkata seperti itu karena mengharapkan adanya balapan yang menarik, namun tetap ada sosok pembalap yang dijagokan. Tanpa ada yang diunggulkan, balapan menjadi sulit tertebak dan hal itu tentu tidak baik untuk kelangsungkan kompetisi.

Begitulah yang dirasa Stoner. Jadi, ia berharap Marquez bisa segera sembuh dan kembali ke balapan MotoGP secepat mungkin. Sayangnya, kemungkinan Marquez baru akan kembali pada Oktober 2020 mendatang. Jadi, Marquez kemungkinan masih absen di tiga balapan selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini