Merasa Masa Depannya Tak Terjamin Jadi Alasan Baldassarri Tinggalkan Akademi VR46

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 26 Juni 2020 02:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 25 38 2236528 merasa-masa-depannya-tak-terjamin-jadi-alasan-baldassarri-tinggalkan-akademi-vr46-AanzVpOm6Q.jpg Lorenzo Baldassarri (Foto: motogp.com)

LONDON – Pembalap Tim Flexbox HP 40, Lorenzo Baldassarri, mengungkapkan alasan utama dirinya akhirnya memilih untuk hengkang dari akademi balap VR46. Baldassarri mengungkapkan bahwa masa depannya yang tak terjamin jadi alasan utama Baldassarri memutuskan hengkang dari akademi VR46.

Sejak pertama kali dibentuk pada 2013 oleh pembalap senior di MotoGP, yakni Valentino Rossi hingga kini, akademi balap VR46 memang telah menelurkan sejumlah pembalap muda berkualitas. Bahkan terdapat dua nama jebolan akademi VR46 yang kini telah berpartisipasi di kejuaraan dunia MotoGP.

Lorenzo Baldassari

Kedua nama tersebut adalah Franco Morbidelli yang terpilih untuk membela Tim Petronas Yamaha SRT, serta Francesco Bagnaia yang mendapatkan kepercayaan mengendarai motor Desmosedici milik Tim Pramac Ducati.

Baca Juga: Ini Dua Pembalap Muda yang Bakal Segera Direkrut Ducati

Meski akademi balap VR46 terlihat menjanjikan, Baldassarri memutuskan untuk memilih hengkang. Pembalap berkebangsaan Italia tersebut mengungkapkan bahwa dirinya tak merasa masa depannya bakal cerah jika terus bertahan di akademi balap VR46.

“Usai awal musim yang baik, saya lihat sekeliling, dan sadar saya kurang sesuatu. Semua baik-baik saja, tapi saat kesulitan pertama datang, saya paham saya butuh hal lain. Saya tak lihat masa depan saya di VR46,” jelas Baldassarri, seperti disadur dari GPOne, Jumat (26/6/2020).

“Mereka telah memberi begitu banyak hal, tapi pengalaman saya dengan mereka sudah berakhir. Saya membicarakannya dengan Vale sebelum pergi, begitu juga dengan anggota VR46 lainnya. Saya bersikap terus terang pada mereka, dan mereka membiarkan saya ambil keputusan. Mereka bilang mereka memahaminya, dan kami tak berdebat,” lanjutnya.

“Saya ingin menjadi pusat proyek itu, tapi saya merasa jumlah kami terlalu banyak dan tak ada ruang bagi saya. Saya pun paham saya harus berkembang, tak hanya di trek, tapi juga di kehidupan di luar trek. Saya pun ambil risiko dan keluar dari akademi,” tutup pembalap berusia 23 tahun itu.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini