PARIS – Akibat pandemi Corona, Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 pada akhirnya baru akan dimulai pada 19 Juli. Akan tetapi, sebagai akibatnya, jadwal balapan pun menjadi padat lantaran pihak penyelenggara diburu waktu. Pasalnya, seluruh balapan harus sudah selesai sebelum 2020 berakhir.
Jika biasanya balapan maksimal diselenggarakan selama dua pekan beruntun, kini harus diperpanjang menjadi tiga pekan. Pada akhirnya, kondisi fisik pembalap menjadi sorotan. Sebab, mereka sangat mungkin mengalami kelelahan akibat padatnya jadwal.
Baca juga: Dovizioso: Ketakutan Adalah Bagian dari MotoGP

Selain itu, para pembalap pun memiliki risiko cedera lebih besar. Meski demikian, jadwal padat tersebut nyatanya malah disambut gembira oleh pembalap Reale Avintia, Johann Zarco. Sebab, dengan semakin intens balapan diselenggarakan, maka Zarco semakin terpacu untuk bisa menjadi lebih baik.
“Saya pikir bagus bahwa kita memiliki tiga balapan pada akhir pekan berturut-turut beberapa kali di musim ini. Saya suka tinggal bersama tim dan mengikuti balapan berturut-turut. Saya tahu dari pengalaman bahwa ini membantu saya untuk menjadi sangat kompetitif. Jadi saya cukup senang,” tutur Zarco, seperti dilansir dari Speedweek, Minggu (21/6/2020).
Lebih lanjut Zarco menjelaskan bahwa balapan beruntun justru akan membantu para rider dalam membiasakan diri di atas motor. Sebab, sejak tes pramusim terakhir di Qatar pada akhir Februari 2020, para pembalap belum menunggangi motor balap MotoGP.
“Saya mempersiapkan diri di rumah dengan damai agar dalam kondisi fisik yang baik. Karena begitu dimulai, kita tidak akan lagi punya waktu untuk latihan kebugaran. Fakta bahwa kita dapat menggunakan sepeda motor setiap akhir pekan adalah pelatihan yang tepat,” terangnya.
(Ramdani Bur)