MADRID – Berbagai persiapan tengah dilakukan Dorna Sports guna menggelar balapan MotoGP 2020 tanpa penonton. Selain menggelar tes kesehatan, pemegang hak komersial MotoGP itu juga akan membatasi jumlah personel di paddock, termasuk kru televisi dan wartawan.
Kapan dan di mana MotoGP 2020 akan dimulai memang masih menjadi misteri. Akan tetapi, Dorna Sports tengah mempertimbangkan wacana menggelar lomba tanpa penonton. Demi mendapat izin, Dorna Sports harus merancang panduan yang jelas untuk diberikan kepada negara tuan rumah.
Baca juga: Persiapan Dorna Sports untuk Memulai MotoGP 2020 di Tengah Pandemi Virus Corona

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta menerangkan, salah satu cara agar mendapat izin adalah meminimalkan jumlah personel di paddock. Ia berencana membatasi anggota tim pabrikan hanya 40 orang dan tim satelit 25 orang. Setiap tim harus memberi tahu peran dari para anggotanya sehingga hanya yang esensial saja yang diizinkan ikut ke sirkuit.
“Dalam skenario yang kami rancang, akan ada balapan tanpa penonton dengan sesedikit mungkin personel di sirkuit buat semua orang, tim, dan organisasi. Mereka (tim) harus memberi tahu berapa banyak anggota yang penting,” ujar Carmelo Ezpeleta, dikutip dari AS, Minggu (19/4/2020).
Satu hal yang cukup menjadi perhatian adalah bagaimana mengurangi jumlah awak media yang melakukan peliputan di sirkuit. Lelaki berkebangsaan Spanyol itu berencana membatasi kehadiran personel televisi yang memegang hak siar. Sementara untuk jurnalis, kemungkinan besar akan diadakan konferensi pers (konpers) digital atau jarak jauh.
“Media untuk sementara ini tidak bisa pergi ke mana-mana. Kami akan mengatur bagaimana digelarnya konferensi pers secara digital atau semacamnya. Kami juga berpikir soal mengurangi staf televisi pemegang hak siar. Itu sudah dilakukan ketika menyiarkan balapan Moto2 dan Moto3 di Qatar. Hanya ada satu orang di sirkuit, sementara sisanya di kantor masing-masing,” tandas Ezpeleta.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)