LONDON – Nasib Jakarta sebagai tuan rumah Formula E 2019-2020 masih menggantung. Balapan yang sedianya dihelat pada 6 Juni 2020 itu terpaksa ditunda akibat wabah virus Corona Covid-19. CEO Formula E, Alejandro Agag, bertekad menggelar 5-6 balapan lagi musim ini di Eropa, tetapi kemungkinan harus memilih satu antara Jakarta dan Seoul (Korea Selatan).
Formula E 2019-2020 sudah menggelar lima seri balapan sejak November lalu sebelum ditunda selama dua bulan akibat wabah virus Corona Covid-19. Seri terakhir dihelat di Maroko pada 29 Februari 2020. Lima seri berikut setelah Maroko ditunda, termasuk Indonesia.
Baca juga: Ditundanya Jakarta ePrix Tak Pengaruhi Formula E 2019-2020
Dengan jadwal seri terakhir di Inggris pada 25-26 Juli 2020, maka masih tersisa empat lomba lagi di luar yang tertunda. Waktu yang relatif sempit itu menyebabkan FE kemungkinan harus memilih satu di antara dua seri Asia tersisa.
Alejandro Agag mengatakan, FE sangat ingin menyambangi Jakarta dan Seoul. Namun, situasi pandemi virus Corona Covid-19 membuat segalanya menjadi rumit. Andai harus memilih salah satu, pria asal Spanyol itu lebih condong ke Seoul.
“Menurut saya lima atau enam balapan di Eropa dan satu di antara keduanya (Jakarta atau Seoul) adalah tujuan kami. Semuanya masih mungkin pada titik ini. Apakah kami akan pergi ke Jakarta dan Seoul? Situasinya rumit. Kami ingin ke sana dan mungkin akan mencobanya,” papar Alejandro Agag, dilansir dari Motorsport, Jumat (17/4/2020).
“Seoul mungkin sangat penting karena jumlah kasus sudah jauh menurun. Pertanyaannya, apakah kami semua diizinkan memasuki Korea Selatan dan kembali tanpa masalah karantina? Semua tergantung situasi serta izin,” pungkas pria berusia 49 tahun tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.