Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Johann Zarco Ungkap Beratnya Meniti Karier sebagai Pembalap di Prancis

Ezha Herdanu , Jurnalis-Rabu, 15 April 2020 |01:12 WIB
Johann Zarco Ungkap Beratnya Meniti Karier sebagai Pembalap di Prancis
Johann Zarco (Foto: motogp.com)
A
A
A

MADRID – Johann Zarco bercerita mengenai betapa sulit baginya meniti karier sebagai seorang pembalap motor profesional di Prancis. Bahkan Zarco harus rela merantau ke negara lain agar impiannya menjadi pembalap dapat terwujud.

Sebagaimana diketahui, Prancis memang menjadi salah satu negara yang cukup minim menghadirkan pembalap-pembalap mereka di ajang MotoGP. Bahkan dalam dua dekade terakhir, hanya ada segelintir nama yang bisa menembus kelas primer.

Johann Zarco

Para pecinta MotoGP mungkin tidak asing dengan nama Randy de Puniet, yang sempat menghabiskan delapan musim berkiprah di ajang balap Kuda Besi tersebut. Namun prestasi De Puniet selama menjalani karier di MotoGP kurang begitu menonjol.

Baca Juga: Gara-Gara Virus Corona, Real Avintia Diambang Kebangkrutan

Setelah era De Puniet, muncul Zarco dan Fabio Quartararo pembalap asal Prancis yang kini berpartisipasi di kelas primer. Meski berasal dari Prancis, baik Zarco atau Quartararo harus menemui jalan terjal untuk bisa menjadi pembalap profesional.

Popularitas MotoGP yang kurang begitu menonjol di Prancis membuat Zarco dan Quartararo harus memutuskan untuk menjalani hidup di luar negeri. Hal itu dilakukan agar Zarco bisa merealisasikan impiannya tersebut.

Baca Juga: Carlo Pernat Sebut Zarco Pembalap yang Aneh

“Fabio tumbuh dewasa di Spanyol dan karena itu pula ia bisa dianggap sebagai pembalap Spanyol, yang kemudian turun di kejuaraan dunia. Saya sendiri tumbuh dewasa di Italia, balapan dengan minibike, dan kemudian turun di Rookies Cup,” jelas Zarco, seperti disadur dari Motorsport Total, Rabu (15/4/2020).

“Memulai karier sebagai seorang pembalap motor di Prancis, tidak semudah jika Anda tinggal di Italia atau Spanyol. Di Prancis sangat sedikit tersedia lintasan-lintasan motor, karena balap motor memang kurang begitu diminati, sehingga kami harus pergi ke negara lain untuk mewujudkan impian kami,” tuntas pembalap berusia 29 tahun itu.

(Ramdani Bur)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement