VALENCIA – Kepala Tim Yamaha, Lin Jarvis, mengagumi perjuangan pembalapnya, Maverick Vinales di MotoGP musim lalu. Menurutnya Vinales harus melalui masa-masa pahit sebelum akhirnya menunjukkan kesuksesan di akhir gelaran MotoGP 2019.
Jarvis mengakui performa buruk Vinales di awal musim 2019 ketika gagal bersaing dengan para pembalap papan atas. Ia hanya berada di bawah bayang-bayang Valentino Rossi yang kala itu berhasil meraih dua podium di Argentina dan Amerika Serikat.

Akan tetapi, Vinales tidak berdiam diri. Inisiatif Yamaha untuk melakukan perubahan di tim kru Vinales pun membuahkan hasil. Secara perlahan, Vinales mulai menunjukkan tajinya hingga mampu menembus posisi tiga besar di klasemen akhir pembalap. Sementara Rossi tercecer di urutan ketujuh.
Baca juga Meski MotoGP 2020 Tak Tahu Kapan Dimulai, Vinales Tetap Jaga Kefokusan
“Saya pikir Maverick tidak memulai musim (2019) dengan benar. Setelah lima atau enam Grand Prix pertama, hasilnya menunjukkan bahwa ia sedang berjuang dan pada saat itu, Valentino mengunggulinya,” ungkap Jarvis, mengutip dari Paddock-GP, Selasa (14/4/2020).
“Maverick agak tersesat, tetapi saya pikir kami menerima manfaat dari perubahan yang telah kami buat di tim untuknya. Kami memperkenalkan Esteban Garcia sebagai pemimpin tim dan Julian Simon sebagai analis kinerja pilot. Perlahan tim ini mulai bekerja sama dan mulai mendengarkan,” tambahnya.
“Maverick kemudian membuat keputusan sendiri untuk fokus hanya pada set-up dan balapannya. Jadi saya pikir sangat menggembirakan melihat ia meningkatkan kinerjanya sepanjang tahun,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)