nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karena Virus Corona, MotoGP 2020 dalam Ancaman Kerugian Besar

Andika Pratama, Jurnalis · Minggu 29 Maret 2020 01:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 28 38 2190556 karena-virus-corona-motogp-2020-dalam-ancaman-kerugian-besar-HtZBvQ4uQX.jpg Para pembalap MotoGP (Foto: MotoGP)

MOTOGP 2020 belum kunjung bergulir hingga sekarang akibat pandemi virus Corona (COVID-19). Kerugian besar akan diderita setiap pihak yang terlibat di kejuaraan balap motor terbesar di dunia tersebut jika MotoGP 2020 dibatalkan.

Mulai dari pembalap, tim dan Dorna Sports akan merugi berkaitan dengan sponsor hingga hak siar televisi akan merugi. Hal itu diungkapkan oleh Simone Battistella yang merupakan Manajer pembalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso. Kerugian besar adalah hal yang pasti karena putaran uang di satu musim MotoGP sangatlah besar.

Para pembalap MotoGP (Foto: MotoGP)

Oleh sebab itu, sebisa mungkin MotoGP 2020 harus diselamatkan. Hingga sekarang, sudah ada lima balapan yang terganggu jadwalnya akibat virus Corona. Balapan seri Qatar dibatalkan sedangkan empat balapan setelahnya, yakni seri Thailand, Argentina, Amerika Serikat dan teranyar Spanyol ditunda.

BACA JUGA: Manajer Tim Honda Prediksi Alex Marquez Akan Kesulitan di MotoGP 2020

“Sejauh menyangkut kontrak pengemudi, ada bagian yang berkaitan dengan hak gambar dan bagian lain berdasarkan kinerja. Saat ini tidak ada bedanya jika kita menyelamatkan kejuaraan dunia,” ujar Battistella, menyadur dari Tutto Motori Web, Minggu (29/3/2020).

“Namun, jika tidak ada balapan, tentu banyak masalah akan terjadi. Bukan untuk pembalap saja, tetapi juga buat penyelenggara (Dorna) dan tim, karena akan ada kerugian pada sponsor, dalam hak siar televisi dan dalam semua hal ini,” imbuhnya.

Meski semua orang ingin MotoGP 2020 tetap bergulir, tetapi semua tergantung pada perkembangan pandemi virus Corona. Menurut Worldometer, per Sabtu 27 Maret 2020 tercatat ada 593.656 kasus virus Corona di dunia dengan korban meninggal dunia sebanyak 27.215 orang. Sementara itu, 132.526 orang dinyatakan sembuh dari virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini