nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dovizioso Klaim MotoGP 2020 Bakal Jadi Ujian Berat untuk Pembalap Tua

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 27 Maret 2020 06:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 38 2189598 dovizioso-klaim-motogp-2020-bakal-jadi-ujian-berat-untuk-pembalap-tua-mRpm4EePm3.jpg Andrea Dovizioso (Foto: motogp.com)

BOLOGNA – Pembalap Tim Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, mengklaim bahwa kejuaraan dunia MotoGP musim 2020 bakal jadi ujian yang sangat berat untuk para rider berusia tua. Hal itu dikarenakan ada peluang jadwal MotoGP 2020 bakal benar-benar padat yang menguras banyak energi.

Sebagaimana diketahui, jadwal MotoGP 2020 memang menjadi berantakan lantaran tengah terjadi penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) hampir di seluruh dunia. Balapan MotoGP 2020 yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret 2020 di Qatar terpaksa harus dibatalkan pemerintah setempat.

Andrea Dovizioso

Bahkan empat balapan berikutnya di Thailand, Amerika Serikat, Argentina, serta Jerez juga harus diundur lantaran belum membaiknya kondisi dunia akibat penyebaran virus Corona. Situasi tersebut pun memberikan dampak yang cukup signifikan untuk seluruh peserta MotoGP 2020.

Baca Juga: Dovizioso dan Desmosedici Adalah Perpaduan Terbaik

Fakta itulah yang akhirnya membuat Dovizioso percaya bahwa jalannya kejuaraan dunia MotoGP musim ini bakal terasa benar-benar berat untuk dihadapi untuk pembalap berusia tua sepertinya. Namun, Dovizioso cukup percaya bahwa para pembalap tua mampu melewatinya.

“Jelas kami bisa cepat di Qatar. Tahun adalah tahun yang unik, level persaingan bakal meningkat, karena motor-motor MotoGP juga makin kompetitif dan ada banyak pebalap muda bertalenta. Persaingan bakal sangat sulit bagi para pembalap tua seperti kami, tapi kami masih bisa membuktikan diri,” ucap Dovizioso, seperti disadur dari GPOne, Jumat (27/3/2020).

Baca Juga: Dovizioso Bicara Dampak ke MotoGP Andai Rossi Pensiun

“Uji coba kami tak buruk. Tapi tak mudah memahami level para rival, karena ada banyak cara menjalani uji coba. Ada beberapa rival yang ingin menunjukkan bahwa mereka kuat, dan ada yang juga tidak. Jadi sulit untuk tahu siapa yang agresif 100% dan ambil risiko. Yang terpenting justru memahami apa bedanya,” tuntas pembalap berusia 34 tahun tersebut.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini