MIES – Presiden Federasi Balap Motor Internasional (FIM), Jorge Viegas, membuka peluang untuk menggelar dua balapan MotoGP dalam satu pekan di tempat yang sama. Hal itu dilakukan demi memastikan bahwa balapan bisa digelar lebih dari 13 seri.
Sejumlah balapan di MotoGP 2020 memang tak bisa digelar sesuai jadwal akibat merebaknya wabah virus korona. Hal itu telah terjadi di dua seri awal musim ini, yakni MotoGP Qatar dan Thailand.

Balapan di Grand Prix Qatar yang sejatinya digelar pada Minggu 8 Maret 2020 telah dipastikan batal. Sementara seri Thailand, seri kedua MotoGP 2020 ini harus ditunda akibat ancaman virus korona. Dari semula dijadwalkan berlangsung pada 22 Maret 2020, MotoGP Thailand 2020 pun dimundurkan menjadi 4 Oktober.
BACA JUGA: Presiden FIM Sebut Peluang MotoGP Amerika Serikat Digelar Sesuai Jadwal Kecil
Kini, dampak virus korona pun tampaknya tidak hanya akan memengaruhi dua balapan tersebut. Sejumlah balapan juga terancam karena kian meluasnya penyebaran virus korona. Bahkan, Viegas sendiri pesimis MotoGP Amerika Serikat yang diplot sebagai pengganti balapan pembuka musim ini bisa digelar sesuai jadwal.
Untuk mengatasi situasi ini, Viegas pun membuka peluang untuk menggelar dua balapan dalam pekan yang sama. Dua balapn tersebut rencananya akan berlangsung di tempat yang sama. Langkah ini bisa diambil demi menyelamatkan seri musim ini yang terancam akan terpangkas. Pihak penyelenggara sendiri memastikan bahwa balapan minimal digelar sebanyak 13 seri.
"Saat ini, saya memiliki keyakinan bahwa total kejuaraan akan memiliki lebih dari 13 balapan. Jika kami harus berlari pada Januari, kami akan melakukannya. Kami dapat menggelar dua grand prix dalam akhir pekan yang sama (di sirkuit yang sama) atau berlari di belakang pintu tertutup,” ujar Viegas, sebagaimana dikutip dari Autosport, Selasa (10/3/2020).
“Semua itu (mungkin) jika tidak ada solusi lain. Dalam situasi saat ini tidak ada yang tabu. Anda harus fleksibel dan memiliki imajinasi,” tukasnya.
(Ramdani Bur)