“Situasi ini unuk dan berbeda dalam berbagai aspek. Tentu saja kami semua kecewa karena tidak bisa memulai balapan akhir pekan ini, sesuatu yang begitu kami cintai. Kami juga meminta maaf kepada penggemar yang terpaksa harus bersabar lebih lama,” ucap Massimo Meregalli, seperti dimuat situs resmi Yamaha MotoGP, Selasa (3/3/2020).
“FIM, IRTA, dan Dorna tidak memiliki pilihan lain. Andai mereka bersikeras menggelar MotoGP di Qatar, maka sebagian besar kru tim kami mungkin saja tidak akan ambil bagian dalam balapan. Situasi itu bakal berimbas pada masalah lain, dari logistik hingga kurangnya staf pendukung dua pembalap kami,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.
Sebagai tim yang berbasis di Italia, Monster Energy Yamaha memang bakal terkena dampak cukup parah dari keputusan Pemerintah Qatar. Semua kru tim harus menjalani pemeriksaan ketat, bahkan karantina selama 14 hari, sesuai aturan terbaru imigrasi Qatar sebagai langkah antisipasi penyebaran wabah virus Korona.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.