LOSAIL – CEO Dorna (Promotor MotoGP), Carmelo Ezpeleta, menanggapi ancaman virus korona yang dapat mengganggu penyelenggaraan sejumlah balapan di MotoGP 2020. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan dalam setiap balapan, Ezpeleta mengatakan bahwa pihak Dorna terus menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat.
Sejumlah balapan di MotoGP memang terancam mengalami penundaan akibat ancaman wabah virus korona. Bahkan, pada seri pembuka MotoGP 2020, penyelenggaraan lomba balap motor grand prix kasta tertinggi itu terancam digelar sesuai jadwal, yakni pada 8 Maret 2020 akibat kebijakan dari pemerintah Qatar yang membatasi kedatangan wisatawan dari beberapa negara.

Pembatasan khususnya datang untuk wisatawan dari Jepang dan Italia yang diketahui sudah ditemukan adanya kasus virus korona. Dengan keputusan tersebut, kru dari beberapa tim MotoGP yang sebagian besar berasal dari dua negara tersebut pun terancam tak bisa masuk ke Qatar. Padahal, waktu perlombaan akan segera digelar.
BACA JUGA: Soal Kasus Doping Iannone, CEO Dorna Hormati Proses Hukum
Situasi tersebut pun diakui Ezpeleta tak hanya terjadi di Qatar, tetapi beberapa negara lain, seperti Thailand hingga Amerika Serikat. Untuk memastikan situasi aman, Ezpeleta mengatakan bahwa komunikasi terus dilakukan dengan pemerintah dari negara setempat.
“Di Thailand atau negara lain tekait masalah virus korona, hal yang kami lakukan adalah berbicara dengan pihak berwenang setempat untuk memberi tahu kami apakah negara itu aman,” ujar Ezpeleta, sebagaimana dikutip dari GP One, Jumat (28/2/2020).
“Kami sudah berbicara dengan (pihak di) Thailand, juga dengan Qatar untuk melihat situasinya, dan kemudian dengan Amerika Serikat. Itu di luar keputusan kami, itu akan menjadi keputusan pemerintah setempat,” tukasnya.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.