“Ada banyak masalah, jadi selama musim dingin (sebelum 2019) kami mencoba melihat ke belakang dan mengidentifikasi di mana kesalahan kami, untuk menempatkan diri pada posisi yang lebih pasti. Kami tidak memiliki mesin yang sebanding dengan Ducati,” kata Sumi, melansir dari Motorsport, Kamis (23/1/2020).
“Itu sebabnya saya mengadopsi filosofi, 'Mari kami membuat motor yang tidak ada duanya di 100 meter tikungan pada kedua sisi.’ Dan alih-alih memodifikasi kerangka, kami mengembangkan mesin untuk tingkatkan di sudut. Karena sulit untuk mendapatkan kinerja top-end dan mid-range pada saat yang sama, model 2019 ditujukan untuk meningkatkan area dari menikung ke akselerasi,” papar Sumi.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.