BORMES LES MIMOSAS – Manajer KTM Red Bull Tech3, Herve Poncharal, mengatakan bahwa Johann Zarco telah menyerah dengan motor di tim tersebut sejak awal mengendarainya. Hal itu tepatnya terjadi dalam tes pramusim MotoGP 2019 yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada akhir 2018.
Tetapi, Zarco baru akhirnya benar-benar mengutarakan rasa menyerahnya kepada pihak KTM pada pertengahan musim 2019. Saat itu, Zarco diketahui berbicara dengan petinggi di KTM dan mengutarakan keinginannya untuk menyudahi kontrak di tim tersebut lebih awal. Ia memutuskan untuk memangkasnya menjadi hanya semusim.
BACA JUGA: Poncharal Tuding Zarco Jadi Penyebab Tech3 Urung Rekrut Binder
Pihak KTM pun langsung mengamini permintaan Zarco. Mereka memangkas kontrak dari dua musim menjadi hanya satu musim. Tetapi, Zarco yang seharusnya membalap hingga akhir gelaran MotoGP 2019 untuk Red Bull KTM itu akhirnya hanya bisa membalap hingga pertengahan musim. Sebab, pihak KTM memutuskan untuk menggantikan perannya dengan test rider mereka, Mika Kallio.

Keputusan untuk menyudahi karier di KTM sendiri diambil Zarco lantaran kesulitan beradaptasi dengan motor tim tersebut. Alhasil, ia terus menuai hasil yang buruk di gelaran MotoGP 2019. Tetapi sayangnya, Zarco memutus kontraknya di KTM saat dirinya belum memiliki opsi apa pun untuk membalap di MotoGP 2020.
Setelah masa depannya sempat luntang-lantung, Zarco akhirnya memutuskan untuk bergabung ke tim satelit Ducati, Reale Avintia. Keputusan ini pun cukup disayangkan oleh Poncharal karena menurunkan nilai yang didapat Zarco sebelumnya di KTM.

"Zarco menyerah pada hari pertama mencoba KTM, di Valencia pada 2018. Saya pikir dia tidak memiliki pendekatan yang dia butuhkan, tetapi apa yang bisa saya katakan?" ujar Poncharal, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Rabu (25/12/2019).
"Saya minta maaf untuk Zarco. Setelah Valencia, dia bisa kembali ke Moto2, tetapi untuk apa? Dan kemudian datanglah Avintia Ducati. Tetapi, jika Anda benar-benar seorang pembalap KTM di tim pabrikan, solusi seperti itu tidak bisa menjadi godaan. Dia memiliki Red Bull sebagai sponsor pribadi, dia adalah anggota tim KTM resmi, dia memiliki program selama dua tahun,” tukasnya.
(Andika Pratama)