VENICE – CEO Tim Aprilia Gresini, Massimo Rivola, memberikan pandangan soal penambahan jumlah balapan di MotoGP musim 2020 menjadi 20 seri. Rivola menilai ada dampak positif serta negatif dengan keputusan Dorna –panitia MotoGP– menambah seri balapan untuk musim depan.
Sebagaimana diketahui, MotoGP 2020 memang bakal menjalani 20 balapan dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan. Adalah balapan di Sirkuit Kymi Ring, Finlandia, yang menjadi seri tambahan pada kejuaraan dunia Kuda Besi tersebut pada tahun depan.
Bertambah balapan di MotoGP 2020 sendiri mendapatkan beragam respons dari para pembalap ataupun petinggi tim. Namun sebagian besar merasa terbebani dengan bertambahnya jumlah balapan di MotoGP 2020.

Rivola selaku salah satu petinggi tim peserta MotoGP lantas memberikan pandangannya. Rivolta menyebut ada dampak negatif serta positif mengiringi keputusan Dorna menambah jadwal balapan di MotoGP 2019.
Baca Juga: Aleix Espargaro Minta Tes Uji Coba di MotoGP Dikurangi
Rivolta juga mengaku sudah memberikan saran agar pekan balap di MotoGP 2020 dikurangi menjadi 2 hari saja untuk mengantisipasi keletihan para pembalap di MotoGP 2020. Namun sayangnya sarannya itu mendapatkan penolakan.
“Saya ini meninggalkan Formula One untuk bisa menjalani lebih sedikit balapan! Tapi saya bisa sangat memahami pandangan Carmelo Ezpeleta (CEO Dorna) soal menambah balapan dan mengurangi uji coba. Gagasan itu bagus untuk olahraga ini,” ucap Rivolta, seperti dikutip dari GPOne, Senin (23/12/2019).
“Di lain sisi, ide menjalani dua hari saja dalam pekan balap sama sekali tak buruk. Bahkan saya sudah mengajukan ide ini kepada F1 10 tahun lalu, tapi ditolak mentah-mentah. Jujur saja, saya rasa kami (MotoGP) juga harus mempertimbangkannya,” lanjutnya.

“Tapi saya mencemaskan para rider muda, karena mereka pasti juga butuh lebih banyak waktu di trek. Mungkin dengan format berbeda kami bisa mempertimbangkannya. Menggelar balapan Moto3, Moto2, dan MotoGP dalam pekan balap yang sama sangatlah baik dan Anda bisa melihat masa depan.”
Baca Juga: Soal Kasus Doping, Iannone Diduga Terkontaminasi Makanan
“Kami tak ingin kehilangan hal ini. Saya rasa ini kunci penting olahraga ini, yakni melihat generasi muda berdatangan pada pekan balap yang sama. Tapi gelaran dua hari jelas merupakan poin yang sangat valid dan akan kami diskusikan secara internal,” tutup pria asal Italia itu.
(Fetra Hariandja)