Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Kontroversi di SEA Games 2019

Djanti Virantika , Jurnalis-Rabu, 11 Desember 2019 |13:47 WIB
4 Kontroversi di SEA Games 2019
SEA Games 2019. (Foto: Inquired)
A
A
A

GELARAN SEA Games 2019 telah rampung digelar. Beberapa kontroversi pun turut mewarnai gelaran pesta olahraga multi-event terbesar di Asia Tenggara pada edisi ke-30 ini. Dari sederet kontroversi yang terjadi, Okezone akan membahas empat di antaranya.

Hal pertama yang mengundang kontroversi hingga menarik perhatian besar dari publik adalah akomodasi dan transportasi. Di awal penyelenggaraan SEA Games 2019, atlet dari beberapa negara diketahui memang mengalami masalah terkait penundaan dan kekurangan transportasi serta akomodasi. Hal ini dialami oleh atlet untuk cabang olahraga sepakbola.

BACA JUGA: Rengkuh 72 Emas, SEA Games 2019 Jadi Pencapaian Terbaik Indonesia sejak 2011

Atlet dari Kamboja, Myanmar, Thailand, Timor Leste, termasuk Indonesia turut menjadi korbannya. Atlet dari cabor ini memang dijadwalkan untuk tiba lebih awal, sebelum SEA Games 2019 resmi dibuka. Sebab, laga sepakbola dimulai lebih awal.

Tetapi, pihak penyelenggara tampaknya belum siap dan akhirnya membuat para atlet telantar karena bus tak kunjung menjemput di bandara hingga tempat penginapan mereka saat ingin berlatih. Bus diketahui mengalami keterlambatan hingga berjam-jam. Bahkan, saat bus telah tiba, masalah yang ditimbulkan tak kunjung berhenti. Beberapa atlet bahkan diantar ke tempat yang salah.

SEA Games 2019

Kontoversi kedua adalah terkait pemberian makanan untuk para atlet. Dampak dari masalah kali ini paling dirasakan oleh atlet Muslim. Komisi Muslim Nasional Filipina mengklaim bahwa PHISGOC telah mengabaikan rekomendasi mereka untuk membantu dalam pelayanan makanan bersertifikat halal serta penyediaan ruang salat terpisah yang dilengkapi dengan kiblat untuk delegasi Muslim.

Alhasil, saat gelaran SEA Games 2019 telah digelar, beberapa atlet Muslim pun mengeluhkan kondisi tersebut. Salah satu keluhan datang dari kontingen Singapura yang akhirnya mengeluarkan surat kepada PHISGOC tentang kurangnya pilihan makanan halal. Para atlet dan ofisial dari Singapura justru diberi makanan khas Filipina yang berisi daging babi, yakni kikiam.

PHISGOC sendiri disebut tidak membuat tidak penjelasan yang rinci untuk membedakan makanan halal dan nonhalal. Alhasil, kontingen Malaysia pun akhirnya memutuskan untuk menyiapkan makanan sendiri setelah tuan rumah gagal menjamin makanan halal akan disajikan selama acara.

Selain makanan yang tidak halal, PHISGOC juga dinilai kurang memerhatikan kandungan gizi dalam menyuguhkan makanan kepada para peserta SEA Games 2019. Beberapa gambar makanan yang disediakan PHISGOC pun beredar luar di media sosial. Dalam gambar tersebut terlihat bahwa PHISGOC hanya menyediakan kikiam dengan nasi dan telur untuk sarapan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement