“Tudingan adanya dualisme kepengurusan hoki Indonesia itu tidak benar. Kita hanya mengakui PP FHI sebagai anggota KONI Pusat dan National Olympic Committee (NOC) Indonesia. Memang dulu ada organisasi hoki lain tetapi itu sudah dibekukan kepengrusan KONI Pusat sebelumnya karena dianggap tidak aktif,” jelasnya.
“Tim Hoki Indonesia itu sudah tampil pada SEA Games Singapura 2015 dan SEA Games Malaysia 2017 dan Asian Games Jakarta 2018. Kok, tiba-tiba ada larangan? Ini kan jelas mengorbankan atlet Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Harry menegaskan jika Tim Hoki Indoor Indonesia telah terdaftar dalam kepesertaan SEA Games 2019. Hal itu ia sampaikan untuk membantah tuduhan Tim Hoki Indoor Indonesia tidak terdaftar dalam kepesertaan dalam ajang multievent terbesar se-Asia Tenggara tersebut.
(Bagas Abdiel)