Masyarakat Filipina Nilai Badai Kammuri Tidak Membahayakan SEA Games 2019

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 04 Desember 2019 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 04 43 2137682 masyarakat-filipina-nilai-badai-kammuri-tidak-membahayakan-sea-games-2019-S5QNyaOTX0.jpg Logo SEA Games 2019 (Foto: Laman resmi SEA Games)

MANILA – Sejak awal penyelenggaraan SEA Games 2019, Badai Kammuri atau Baday Tysoy menjadi momok yang dikhawatirkan oleh banyak pihak. Pasalnya, terjangan dari badai tersebut ditakutkan akan mengganggu jalannya berbagai pertandingan di SEA Games.

Kendati demikian, bagi masyarakat Filipina sendiri, Badai Kammuri nyatanya mereka anggap hanya bagian dari fenomena alam biasa. Mereka paham bahwa terjangan angin dari Badai Kammuri terbilang kencang, namun itu dinilainya tidak membahayakan.

Baca juga: Indra Sjafri Syukuri Tak Ada Pemain Indonesia Cedera saat Hadapi Brunei

Cabor Triathlon di SEA Games 2019

Bagi masyarakat Filipina, datangnya badai adalah fenomena alam yang sudah biasa terjadi di negara mereka. Maka dari itu mereka tidak kaget lagi. Seorang ibu dari atlet wushu Filipina, Yong Umali, menerangkan bahwa Badai Kammuri sendiri sebenarnya selalu datang di bulan Desember.

Maka dari itu, ia tidak terkejut lagi dengan kejadian yang ada. Begitu pun yang disampaikan oleh pengemudi transportasi online, Ricardo. Ia menjelaskan kalau datangnya Badai Kammuri tidak mengganggu aktifitas masyarakat Filipina.

"Badai Tysoy (Kammuri) ini sudah biasa dan selalu datang di bulan Desember. Biasanya, angin kencang disertai hujan. Tidak perlu khawatir karena tidak berbahaya. Biasanya badai Tysoy ini paling lama berlangsung dua atau tiga hari," ujar Yong Umali, Rabu (4/12/2019).

"Badai Tysoy itu sudah biasa datang di akhir tahun. Anginnya memang sedikit kencang dan disertai hujan, tetapi tidak berpengaruh terhadap kegiatan. Lihat saja semua masyarakat Filipina tetap melakukan aktivitasnya," jelas Ricardo.

"Tak ada masalah dengan badai Tysoy. Hanya angin dan hujan saja kok. Badai yang datang itu diberi nama sesuai dengan alfabet. Dan, badai yang paling berbahaya itu Badai Yolanda yang menewaskan 5 ribu lebih di daerah Taklabon Civayas tahun 2013,” sebut Dea, salah seorang volenteer SEA Games yang juga pernah menjadi relawan bencana badai Yolanda pada tahun 2013.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini