nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumpa Ahsan/Hendra di 16 Besar, Wahyu/Ade: Kami Harus Lebih Siap

Djanti Virantika, Jurnalis · Rabu 13 November 2019 20:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 13 40 2129487 jumpa-ahsan-hendra-di-16-besar-wahyu-ade-kami-harus-lebih-siap-sLgyd2VGqO.jpg Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Laman resmi PBSI)

KOWLOON – Ganda putra Indonesia, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, berhasil menjejakkan kaki ke babak 16 besar Hong Kong Open 2019 Super 500. Di babak tersebut, mereka akan berhadapan dengan seniornya, yakni Mohmmad Ahsan/Hendra Setiwan.

Laga pun diyakini Wahyu/Ade tidak akan berjalan mudah. Sebab, Ahsan/Hendra telah memiliki banyak pengalaman. Kualitas permainan juara dunia 2019 itu pun tak perlu diragukan lagi karena telah menyabet sederet prestasi gemilang di dunia bulu tangkis.

BACA JUGA: Meski Menang, Praveen/Melati Tetap Puji Permainan Ganda Campuran Taiwan

Secara rekor pertemuan, Ahsan/Hendra pun unggul atas Wahyu Ade dengan kedudukan 3-0. Kekalahan terakhir yang diterima Wahyu/Ade atas Ahsan/Hendra terjadi di Jepang Open 2019. Kala itu, laga diakhiri The Dadies –julukan Ahsan/Hendra– dengan skor 16-21, 21-18, dan 22-20. Mendapati situasi ini, Wahyu/Ade pun merasa harus mempersiapkan diri jauh lebih matang agar peluang melenggang ke perempatfinal tetap terjaga.

Penampilan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

"Pertemuan terakhir cukup ramai, kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing. Ahsan/Hendra bukan cuma banyak pengalaman, tapi kualitas permainan mereka memang lebih baik. Kami harus lebih siap dan coba lebih nekat saja di lapangan," ujar Wahyu, sebagaimana dikutip dari laman PBSI, Rabu (13/11/2019).

Untuk laga di babak pertama Hong Kong Open 2019 sendiri, Wahyu/Ade mengaku butuh usaha keras untuk bisa merebut kemenangan. Sebab, ganda putra Jepang, Akira Koga/Taichi Saito, bermain dengan apik. Tetapi, mereka mampu melewati rintangan tersebut dan akhirnya menyegel tiket ke 16 besar setelah menang dengan skor 6-21, 21-19, dan 21-19.

Penampilan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso

"Di game pertama, kami main di bawah tekanan, kami enggak bisa keluar dari tekanan itu. Lalu pelatih (Herry Iman Pierngadi) menyemangati kami dan mengatakan kalau ini kesempatan kami untuk menang dari lawan," ujar Ade.

"Kami sudah mengira bakal ramai, pemain Jepang itu kuat. Di game pertama, kami kalah angin juga, jadi susah keluar dari tekanan. Di game selanjutnya, kami mencoba untuk berpikir dapat poin satu-satu dulu, saat ketinggalan kami mencoba berpikir lebih positif," tukas Wahyu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini