MISANO – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, mengaku bisa melakoni balapan dengan lebih tenang dalam gelaran MotoGP San Marino 2019 lantaran rival terberatnya, Andrea Dovizioso, cukup jauh tertinggal. Dengan kondisi tersebut, Marquez pun pada akhirnya berhasil menjadi pemenang.
Meski pada balapan-balapan sebelumnya Dovizioso tampil menggigit, namun sepanjang akhir pekan di Sirkuit Misano, pembalap asal Italia itu justru jauh dari kata kompetitif. Pada sesi kualifikasi, Dovizioso hanya mampu menempati posisi keenam. Tak ayal, kondisi tersebut membuat Dovizioso tercecer saat balapan.
Baca juga: Marquez Sebut Quartararo Pembalap Terbaik di MotoGP San Marino 2019

Sebagai pengganti Dovizioso, Marquez sebenarnya cukup mendapat persaingan dari pembalap Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. Pada awal-awal balapan, Vinales sebenarnya mampu menempati posisi terdepan. Akan tetapi, seiring berjalannya balapan, Vinales justru semakin melambat dan Marquez pun mampu menyalipnya.
Kondisi tersebut membuat Marquez hanya tinggal menunggu momen yang tepat untuk menyalip Fabio Quartararo di lap terakhir. Sambil menunggu momen ini, Marquez bisa melaju dengan cukup tenang lantaran para pesaingnya, seperti Dovizioso berada cukup jauh di belakang dan Alex Rins yang tak mampu melaju hingga garis finis.
"Jarak dengan Vinales hanya 2,8 detik, kemudian jarak kami menjadi lebih kecil dan lebih kecil. Saya berpikir untuk memimpin, tetapi waktu putaran tidak akan menjadi lebih cepat, hanya risikonya yang lebih tinggi,” jelas Marquez, menukil dari Speedweek, Senin (16/9/2019).

“Kemudian saya melihat bahwa Rins keluar dan Dovizioso hanya menempati posisi keenam. Jadi saya bisa mengatur balapan sebanyak mungkin. Fabio melaju dengan sangat baik, saya memutuskan untuk tetap berada di belakangnya dan menyerang hanya pada lap terakhir,” tukas Marquez.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.