JAKARTA - Mantan pebulutangkis nasiona, Yuni Kartika, menunggu upaya pemerintah pasca keterangan yang disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi terkait dihentikannya audisi bulutangkis oleh KPAI, yang diselenggarakan PB Djarum lantaran dugaan pelanggaran penggunaan produk rokok dan eksploitasi anak.
Menurut Yuni, dari keterangan yang disampaikan Menpora Imam Nahrawi dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir sudah begitu jelas, namun ia masih menunggu solusi selanjutnya.
Baca juga: Alan Takut Prestasi Bulu Tangkis Menurun Imbas Dihentikannya Audisi Umum Djarum
"Pak menpora sudah memberikan statemennya, Pak Erick Thohir juga sudah, tidak ada cara lain selain mediasi lagi dengan semua pihak supaya ada solusi," ujar Yuni kepada okezone.
Solusi ini penting menurut jebolan atlet PB Djarum, sebagai langkah konkret penyelesaian persoalan yang tengah terjadi antara PB Djarum dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). "Supaya lebih jelas dan ada solusi yang lebih konkret. Itu yang kita tunggu," tambahnya.
Ia berharap akan ada jalan keluar yang terbaik dari perbedaan persepsi kedua kubu ini. Yuni meyakini semua pihak sebenarnya juga tetap menginginkan adanya kemajuan bulutangkis Indonesia.
"Berharap ada jalan keluar-lah, tidak ingin hal - hal ini terjadi hanya karena persepsi yang berbeda. Inginnya semua Indonesia maju lewat bulutangkis," paparnya.

Yuni juga mengungkapkan audisi beasiswa bulutangkis PB Djarum di tahun 2019 ini dipastikan akan dilanjutkan sampai agenda terakhir di Kota Kudus.
"Tahun ini kita pastikan tetap akan habiskan audisinya dulu. Kita sekarang lagi Purwokerto, tinggal di Surabaya, Solo, dan Kudus. Kita akan selesaikan pokoknya," pungkasnya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.