PURWOKERTO – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Achmad Budiharto, turut buka suara soal dihentikannya audisi umum Djarum beasiswa bulu tangkis. Ia menyayangkan penghentian tersebut karena audisi yang digelar PB Djarum ini telah menjadi salah satu cara untuk menjaga regenerasi atlet bulu tangkis di Tanah Air.
Audisi umum Djarum beasiswa bulu tangkis 2019 memang dipastikan bakal menjadi yang terakhir digelar. Pihak PB Djarum memutuskan untuk tak lagi melanjutkan tradisi audisi beasiswa bulu tangkis yang sudah berlangsung sejak 2006 itu karena terbentur dengan masalah dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
BACA JUGA: Polemik Penghentian Audisi Atlet, Djarum Dinilai Tak Perlu Ikuti Perintah KPAI
Kondisi ini sangat disayangkan oleh Budiharto. Ia bahkan menyebutnya sebagai masalah tragis. Sebab, PB Djarum sendiri dinilai telah memberi kontribusi besar atas regenerasi atlet bulu tangkis di Indonesia.
Di pelatnas PBSI sendiri, Budiharto mengatakan bahwa 50 persen atlet kini diisi oleh jebolan PB Djarum. Nama-nama seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo hingga Tontowi Ahmad bahkan telah membawa harum nama Indonesia di berbagai turnamen internasional.
"Masalah ini tragis. Jujur, di awal saya datang ke Purwokerto ini dengan berbunga-bunga, karena saya pikir masalah audisi ini sudah menemukan jalan keluar,” ujar Budiharto, sebagaimana dikutip dari laman resmi PB Djarum, Senin (9/9/2019).

“Terakhir, saya mendapat surat yang isinya bahwa audisi umum tetap berjalan karena ini menjadi salah satu cara atau metode bagaimana bulu tangkis Indonesia bisa terus konsisten menjaga regenerasi," lanjutnya.
"PB Djarum sejauh ini menjadi klub yang paling berkontribusi besar menyumbang atlet hebat ke Pelatnas. Bahkan saat ini, lebih dari 50 persen pemain Pelatnas adalah atlet PB Djarum," tukas Budiharto.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.