“Pahlawan saya adalah Valentino Rossi. Ada orang yang saya kagumi (dalam balap mobil), tetapi dia (Rossi) adalah idola saya. Beberapa minggu yang lalu. Saya bertemu dengannya di Sirkuit Silverstone. Saya benar-benar hanya bertemu selama lima menit, tidak lebih dari itu,” ujar Norris, seperti yang dikutip dari Gptoday, Senin (9/9/2019).
“Saya tidak akan mengatakan gugup, tetapi saya sangat bersemangat. Dia adalah orang yang aku tonton sejak aku masih kecil. Saya di atas roda dua sebelum di atas roda empat. Saya melakukan, misalnya, 50 atau 60cc motorcross, dan saya senang melakukannya. Tetapi begitu saya mencoba karting, saya lebih jatuh cinta,” sambung pembalap McLaren itu.

"Ketika saya berbicara dengan Rossi, dia adalah kebalikannya. Dia mulai bermain karting ketika berusia tujuh tahun, dan dia senang melakukannya, tetapi ketika dia mencoba motor, dia memiliki lebih banyak cinta dan hasrat untuk melakukan itu,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada sang pahlawan, Norris pun tampil di Formula One (F1) GP Italia 2019 dengan menggunakan helm khusus yang didesain Rossi. Pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Monza, Minggu 9 September 2019, malam WIB itu, Norris finis di posisi 10 sehingga hanya bisa membawa pulang satu poin saja.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.