MATTIGHOFEN – Pembalap Tim KTM Red Bull, Johann Zarco, harus melalui masa-masa sulit di MotoGP 2019. Ia terus berjuang untuk bisa beradaptasi dengan motor KTM. Menurut mantan pembalap MotoGP, Christian Sarron, kondisi ini harus terjadi karena gaya balap Zarco tak sesuai dengan kondisi motor KTM.
Debut Zarco di KTM memang tak berjalan mulus. Di gelaran MotoGP 2019, pembalap berkebangsaan Prancis itu terus terpuruk. Torehan terbaiknya sejauh ini hanyalah finis di posisi ke-10 yang terjadi di Grand Prix (GP) Catalunya. Alhasil, Zarco kini masih bertengger di posisi ke-17 pada klasemen sementara.
BACA JUGA: Pedrosa Bikin Zarco Lebih Percaya Diri Hadapi Paruh Kedua Musim
Sarron menilai beradaptasi dengan motor KTM memang menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan oleh Zarco. Sebab, motor KTM berlawanan dengan gaya balap Zarco yang halus. Untuk bisa mengendarainya dengan baik, sang pembalap harus mampu mengubah gaya balapanya menjadi sedikit lebih brutal.

Karena itu, meski sudah melakukan berbagai cara, Zarco dinilai tetap tidak akan mampu tampil kompetitif di KTM. Ketimbang dengan KTM, gaya balap rekan setim Pol Espargaro itu dinilai lebih cocok dengan motor Yamaha.
"Saya pikir di luar karakter dan sisi teknis KTM, ada juga masalah psikologis. Di sisi teknis, tampaknya KTM harus dikemudikan dengan cara yang sedikit lebih brutal, dan dengan Pol Espargaro semuanya tidak bekerja terlalu buruk. Tapi, Zarco memiliki cara membalap yang sangat mulus, yang cocok untuk Yamaha,” ujar Sarron, sebagaimana dikutip dari Paddock GP, Senin (22/7/2019).

"Saya pikir KTM memiliki DNA khusus. Seorang pembalap harus beradaptasi dengan peralatan yang dimilikinya. Itu tidak mencegahnya untuk meminta evolusi. Tetapi jika sebuah motor tidak nyaman, itu bukan berarti akan ada hal yang diperbaiki sehingga mengubah karakter motor. Jika mencoba melawan hal ini, semuanya bakal tidak efektif,” tukasnya.
(Djanti Virantika)