MATTIGHOFEN – Mantan pembalap MotoGP, Christian Sarron, menilai keputusan Johann Zarco untuk bergabung ke KTM kurang tepat. Ia dinilai terlalu gegabah untuk mengambil keputusan yang begitu berisiko tersebut.
Pada akhir gelaran MotoGP 2018, Zarco memutuskan untuk menjadikan KTM sebagai pelabuhan selanjutnya. Keputusan ini diambil setelah dua tahun mentas di MotoGP bersama tim satelit Yamaha, Tech 3.
BACA JUGA: Pedrosa Bikin Zarco Lebih Percaya Diri Hadapi Paruh Kedua Musim
Kabarnya, langkah tersebut diambil karena Zarco ingin mengendarai motor utama di tim. Dengan menggunakan motor tim utama, pembalap asal Prancis itu begitu yakin bisa berbicara lebih banyak di MotoGP.

Sayangnya, harapan Zarco tak kunjung tercapai. Di KTM, ia justru terpuruk karena kesulitan beradaptasi dengan kendaraan barunya. Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan Sarron karena Zarco sendiri diketahui berhasil tampil apik selama dua musim di Yamaha. Padahal, jika keputusan tak terlalu terburu-buru diambil, Zarco diyakini bakal memiliki peluang yang jauh lebih baik.
"Fakta soal penandatanganan kontrak Zarco di KTM yang dilakukan pada akhir musim 2017 itu juga pengaruhi penampilannya. Ia tampaknya sudah melakukan kesepakatan sejak Desember, itu sangat awal,” ujar Sarron, sebagaimana dikutip dari Paddock GP, Senin (22/7/2019).

“Tidakkah ada di benak Johann (Zarco) sebuah menyesal karena sudah sedikit terburu-buru dan telah menandatangani terlalu cepat dengan KTM. Padahal, dia bisa memiliki peluang lain,” tukasnya.
(Djanti Virantika)