nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Kompetitif di F1 2019, McLaren Diminta Harus Berani Ambil Risiko

Ezha Herdanu, Jurnalis · Rabu 10 Juli 2019 04:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 09 37 2076832 ingin-kompetitif-di-f1-2019-mclaren-diminta-harus-berani-ambil-risiko-ieQrov9Hlg.jpg Tim McLaren-Renault (Foto: Twitter McLaren)

WOKING – Team principal McLaren-Renault, Andreas Seidl, memberikan komentar soal performanya di kejuaraan dunia Formula One (F1) musim 2019. Seidl meminta agar timnya lebih berani mengambil pendekatan yang lebih berisiko.

Sebagaimana diketahui, kiprah Tim McLaren dalam melakoni kampanyenya di F1 musim ini memang kurang begitu menjanjikan. Bahkan dari sembilan balapan kedua pembalapnya, Lando Norris dan Carlos Sainz Jr, masih kesulitan untuk bisa meraih podium.

Tim McLaren

Hasil tersebut pun membuat Tim McLaren haruas puas hanya bisa menghuni posisi keempat pada klasemen konstruktor F1 2019 dengan raihan 52 poin. Mereka terpaut 311 poin dari Tim Mercedes AMG Petronas yang menghuni posisi teratas.

Baca Juga: Kurang Kompetitif, Sainz Jr Minta F1 Tiru Langkah MotoGP

Jauhnya jarak Tim McLaren dengan sejumlah tim unggulan di F1 2019 pun disadari betul oleh Seidl. Maka dari itu, Seidl pun menuntut agar teknisi Tim McLaren untuk mengambil pendekatan yang lebih berani demi membuat kemajuan yang lebih positif.

“Bagi saya pribadi hal yang terpenting merupakan pengembangan serta peningkatan yang berkelanjutan. Itu berlaku untuk tim di markas dan yang di lintasan,” ucap Seidl, seperti dilaporkan oleh Motorsport, Rabu (10/7/2019).

Carlos Sainz Jr

“Kami juga harus mengambil waktu untuk mendalami detailnya, baik dari segi metode dan alat-alat yang kami perlukan dalam pengembangan. Karena ini adalah fondasi untuk pengembangan yang agresif, dan itu diperlukan untuk memangkas jarak yang masih kami miliki saat ini,” sambungnya.

Baca Juga: Lando Norris Senang Alonso Mau Jadi Pembalap Penguji McLaren

“Kami harus membangun kepercayaan diri di dalam tim, agar bisa berani dalam mengambil keputusan yang berisiko. Hal seperti itu dilakukan tim lain dengan pengalaman dan kepercayaan diri tinggi seperti Mercedes,” tuntas pria berkebangsaan Inggris tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini