SPIELBERG – Bos Mercedes Amg Petronas, Toto Wolff, memastikan persiapan yang matang bakal dilakukan timnya sebelum mentas di F1 GP Austria 2019 pada akhir pekan ini. Meski tengah digandrungi tren positif dalam delapan seri beruntun, ia tak terlena lantaran Mercedes memiliki catatan yang kurang menyenangkan saat mentas di Sirkuit Red Bull Ring musim lalu.
Mercedes memang berhasil tampil begitu tangguh di F1 2019. Tim yang bermarkas di Brackley, Inggris, itu dapat menyapu bersih kemenangan di delapan seri musim ini dengan menempatkan Valtteri Bottas dan Lewis Hamilton secara bergantian.
BACA JUGA: Jadwal F1 GP Austria 2019
Di balapan terakhir, Mercedes bahkan kembali bisa menempatkan dua pembalapnya di podium satu dan dua. Hamilton keluar sebagai tercepat di F1 GP Prancis 2019 dengan catatan waktu 1 jam 24 menit 31,198 detik. Sementara Bottas, ia menempati podium kedua.

Meski begitu, Wolff tetap meminta timnya bekerja dengan keras untuk mempersiapkan diri untuk balapan di Sirkuit Red Bull Ring pada Minggu 30 Juni 2019 malam WIB. Hal ini dilakukan karena Wolff tak mau raihan buruk Mercedes kembali terulang.
Di gelaran F1 GP Austria 2018, Mercedes memang harus menelan pil pahit. Bottas dan Hamilton gagal menyelesaikan balapan hingga garis finis karena masalah pada kendaraannya. Mobil Bottas mengalami masalah hidrolik, sementara Hamilton mendapat kendala pada tekanan di bahan bakar.

"Hasil kami di GP Austria tahun lalu adalah titik terendah pada musim 2018. DNF ganda yang membuat kami meninggalkan banyak poin di klasemen. Perlombaan itu menjadi pengingat betapa kejamnya dampak dari hal-hal yang salah dalam olahraga kami. Padahal, kami telah bekerja beriringan dengan baik di Formula Satu,” ujar Wolff, sebagaimana dikutip dari laman resmi Mercedes, Kamis (27/6/2019).
"Tahun ini, rekor akhir lomba kami bagus, tetapi kami tidak akan terlena sehingga mengabaikan fakta bahwa selama dua pekan berturut-turut sekarang, mekanik kami harus melakukan pekerjaan besar pada mobil kami. Kami telah menghadapi sejumlah masalah berbeda pada komponen yang berbeda, yang masing-masingnya dapat dengan mudah menyebabkan kami cepat menyudahi balapan. Jadi, kami harus mengatasi tantangan itu secepat mungkin,” tukasnya.
(Djanti Virantika)