“Ada rasa sakit dan perasaan yang pergi ke arah lain (setelah tragedi tersebut) dan yang tetap di dalam selamanya sebagai hal yang saya miliki. Pada saat itu, saya juga berada di usia yang tepat untuk berhenti, namun ada hasrat untuk apa yang kita lakukan yang mengimbangi rasa kelelahan saat itu,” jelas Rossi, mengutip dari Tutto Motori Web, Minggu (16/6/2019).

“Jadi, kebenarannya adalah bahwa saya tidak pernah berpikir untuk berhenti. Gairah telah mengirim saya untuk terus maju," juara dunia sembilan kali itu menyimpulkan.
(Fetra Hariandja)