BARCELONA – Manajer Tim Petronas Yamaha SRT, Wilco Zeelenberg, mengungkapkan jalan cerita timnya memilih Fabio Quartararo untuk tampil di MotoGP 2019. Zeelenberg pun tak membantah jika tim satelit Yamaha itu sempat mengincar Jorge Lorenzo pascahengkang dari Ducati.
Tetapi Petronas Yamaha SRT mendapat penolakan karena kala itu organisasi mereka baru terbentuk dan belum bisa menjanjikan apa-apa. Bahkan berbagai tawaran tidak hanya diajukan kepada Lorenzo, tetapi juga kepada para pembalap lain.
Baca juga Sebelum Quartararo, Petronas Yamaha Sempat Tertarik Rekrut Pedrosa
“Kami berdiskusi dengan banyak pembalap. Jorge keluar dari kesepakatan Ducati sehingga ia terlibat, tetapi kemudian ia pergi bahkan pada tahap yang sangat awal. Kami berdiskusi di saat-saat ketika kami tidak bisa menjanjikan apa pun pada siapa pun,” ungkap Zeelenberg, mengutip dari Crash, Jumat (14/6/2019).

“Ketika Dani memutuskan pensiun maka pada dasarnya semua opsi terbuka dan itu terserah kami. Saya jelas membuat daftar. Johan (Stigefelt, Team Principle Petronas Yamaha SRT) juga membuat daftar. Petronas tidak tahu pembalap mana yang harus dituju,” tambahnya.
Melalui daftar nama yang mereka miliki, ada nama Fabio Quartararo di posisi teratas. Karena itu, tanpa pikir panjang keduanya pun memilih Quartararo untuk diangkut dari Moto2 dan naik kelas ke MotoGP. Beruntung hasilnya sangat luar biasa bagi seorang pembalap berstatus rookie tersebut.

“Kami membuat daftar terpisah satu sama lain, karena saya bertanggung jawab dengan Yamaha. Johan berkata ‘bagaimana menurutmu?’ saya berkata, ‘kamu membuat daftar dan saya akan membuat daftar dan kemudiam kita akan membandingkan pada saat yang sama dan berdiskusi’. Dia memiliki Fabio dan saya memiliki Fabio. Jadi itu mudah,” pungkasnya.
(Bagas Abdiel)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.