MUGELLO – Selebrasi ala seorang petinju pernah dilakukan Jorge Lorenzo saat memastikan diri sebagai juara dunia kelas 250 cc (sekarang Moto2) pada 2007. Tak heran, ia kini menyebut tokoh petinju fiktif, Rocky Balboa, sebagai inspirasi untuk bangkit dari keterpurukan.
Pembalap berusia 32 tahun itu memang belum menorehkan hasil terbaik untuk Repsol Honda dalam enam seri yang sudah digelar. Jorge Lorenzo bahkan tidak bisa menembus posisi 10 besar dan sekali gagal finis akibat kerusakan motor.

(Baca juga: Ingin Kuasai RC213V, Lorenzo Akan Ubah Gaya Balap)
Namun, juara dunia MotoGP tiga kali itu belum kehilangan semangat untuk bangkit. Ia menjadikan film tentang petinju bernama Rocky Balboa sebagai inspirasi guna meraih hasil positif. Lorenzo mengatakan, jika terlalu santai karena prestasi, maka seorang atlet akan mencapai titik terendah dalam hidupnya.
“Saya sangat terinspirasi dengan film-film tentang Rocky. Dia adalah contoh yang sempurna. Kalau Anda terlalu santai karena sukses, Anda akan mencapai level terendah. Anda harus selalu berjuang, menderita, dan berkeringat,” tutur Jorge Lorenzo di sela-sela MotoGP Italia 2019, mengutip dari Marca, Jumat (7/6/2019).

Salah satu kunci dari kebangkitan Rocky Balboa sebagai petinju adalah sosok perempuan bernama Adriana. Namun, Lorenzo dengan tegas menyatakan tidak membutuhkan seorang perempuan, pacar, atau istri, karena memiliki tim yang hebat.
“Saya punya banyak teman, begitu juga pelatih yang siap mendukung, saya tidak butuh pacar saat ini,” tegas Jorge Lorenzo.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.