MUGELLO – Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, mengaku sudah memprediksi kedua pembalapnya, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, bakal sedikit kesulitan di Sirkuit Mugello, Italia. Namun, ia mengaku tak menyangka kedua pembalapnya itu benar-benar kesulitan hingga meraih hasil yang kurang memuaskan di sesi latihan bebas hari pertama.
Rossi di sesi latihan bebas pertama berada di urutan ke-12 dan Vinales di posisi ke-14. Hasil itu jelas membuat Meregalli sedikit kaget karena kedua pembalap tercecer di luar posisi 10 besar. Beruntung di sesi latihan bebas kedua Vinales bangkit dan berhasil menempati peringkat kelima. Namun, hasil Vinales itu tak diikuti oleh The Doctor –julukan Rossi. Pasalnya Rossi justru kembali terpuruk di sesi latihan bebas kedua karena berada di posisi ke-18.
Baca Juga: Alasan Rossi Gagal Catatkan Waktu Terbaik di FP1 dan FP2 MotoGP Italia

“Sedari awal kami sudah memprediksi balapan akhir pekan ini kami akan agak sedikit kesulitan di awal, mengingat betapa panjangnya lintasan lurus dari Sirkuit Mugello ini. Namun, kami tak menyangka kami justru sangat kesulitan di sesi latihan bebas pertama,” terang Meregalli, dikutip laman resmi Yamaha, Sabtu (1/6/2019).
“Selama sesi latihan bebas kedua, situasi mulai kembali normal, namun Rossi tetap menurun dan berada di posisi ke-18. Jadi saat ini perlu menemukan apa yang menjadi penyebab buruknya performa kami,” lanjutnya.
Kini, Meregalli hanya bisa berharap para kru Monster Energy Yamaha bisa menemukan solusi yang tepat agar bisa mengatasi permasalahan mereka di awal balapan seri kali ini. Semua itu diharapkan Meregalli karena ia sangat ingin melihat Vinales dan Rossi berjuang memperebutkan pembalap yang langsung lolos ke kualifikasi kedua.

“Saya yakin malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untuk para kru kami untuk menganalisa dan menyiapkan beberapa solusi sehingga kami dapat meningkatkan kinerja kami di sesi latihan bebas ketiga nanti. Bila itu berjalan dengan baik, maka kami bisa mengirimkan kedua pembalap kami di kualifikasi kedua,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)