“Di gim pertama kami mempercepat tempo, kami coba ubah pola dari awalnya ikuti main drive, setelah instruksi dari pelatih dan komunikasi dengan kak Greys, kami ubah pola jadi diperlambat dan atur penempatan bolanya," beber Apriyani, mengutip dari laman resmi PBSI, Minggu (19/5/2019).

"Di saat tertinggal itu kami maksa untuk bisa ambil satu poin, bagaimana caranya bisa menang dulu dan tidak mau terjadi rubber game. Atasinya dengan pikiran mau menang. Percaya diri mereka tinggi, walau dalam keadaan tertekan, mereka selalu bangkit untuk ambil poin. Tipe pemain Eropa percaya dirinya memang tinggi sekali," tambah Greysia.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.