“Benar sejak Argentina saya selalu memimpin lomba. Saya tidak biasanya menggunakan cara seperti ini, tetapi terkadang Anda butuh strategi berbeda untuk mengatasi lawan, jika tidak mereka sudah bisa mengantisipasinya. Ketika perasaan dengan motor begitu nyaman, mengapa tidak?” terang Marc Marquez, mengutip dari Crash, Sabtu (18/5/2019).
“Kalau saya punya perasaan yang sama lagi di sini (Sirkuit Le Mans), mengapa tidak? Namun, Anda baru tahu setelah sesi pemanasan strategi tersebut memungkinkan untuk dipakai atau tidak. Anda juga bisa melihat strategi yang dipakai Maverick (Vinales), Dovi (Andrea Dovizioso), atau (Valentino) Rossi. Tentu saja strategi itu tidak selalu bisa dipakai di semua balapan,” imbuh pembalap berusia 26 tahun tersebut.

Juara dunia MotoGP 2018 itu menerangkan, ketika seorang pembalap di depan, lawan yang berada di belakangnya belum tentu tahu apa yang dilakukan. Sebab, pembalap terdepan bisa saja sedikit melambatkan laju motor untuk menghemat ban, atau tiba-tiba menaikkan kecepatan demi membuka jarak.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.