nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Herry IP Akui Pemain Indonesia Lemah Fokus

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 00:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 22 40 2046720 herry-ip-akui-pemain-indonesia-lemah-fokus-RR5rhJRTKp.jpg Fajar Alfian dan Muhammad Rian (Foto: Laman PBSI)

WUHAN – Pelatih Bulu Tangkis Ganda Putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, mengakui kalau selama ini yang menjadi kekuarangan para atlet Tanah Air adalah fokus. Maka dari itu Herry IP tidak menyarankan para pebulu tangkis Indonesia untuk mengikuti banyak turnamen secara berturut-turut.

Herry IP tentunya bukan tanpa bukti berbicara seperti itu. Ia pernah mengirimkan pemain untuk berlaga dala turnamen selama empat pekan beruntun. Hasilnya, pemain tersebut tidak kuat karena fokus dan konsentrasinya juga sudah menurun. Itulah yang saat ini sedang dicoba untuk dibenahi.

(Baca juga: Tampil Apik di Malaysia dan Singapura, Pelatih Puji Konsistensi Hendra/Ahsan)

Fajar Alfian/Muhammad Rian

Diakui oleh Herry IP bahwa pemain sekelas Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang telah menembus lima besar dunia juga masih tidak memiliki fokus yang kuat. Menurut Herry IP, fokus adalah hal yang penting bagi seorang atlet. Karena ketika atlet kehilangan fokusnya, maka pertandingan yang dijalani pun menjadi berantakan.

“Sebenarnya bisa saja sih pemain Indonesia begitu (ikut turnamen beruntun), namun setahu saya pernah paling banyak empat minggu, sebulan, paling banyak. Bukan karena apa, pemainnya tidak tahan, dipaksakan juga percuma. Orang-orang selalu berasumsi fisiknya habis. Bukan fisiknya, namun fokus dan konsentrasinya yang habis,” jelas Herry IP, melansir dari laman resmi PBSI, Selasa (23/4/2019).

Herry IP bersama Marcus/Kevin

“Kalau pemain itu fokus dan konsennya sudah habis, ya tidak bisa main. Kelihatan banget, tidak bisa baca bola. Iya seperti Fajar/Rian di Tong Yun Kai Cup, waktu main sekali saya sudah bilang, sudah tidak bisa tahan, sambungan, dan buangan bolanya tidak tahu ke mana, ibaratnya sudah low bat, harus di-charge dulu. Yang paling sulit di situ. Kalau fisik mungkin masih bisa ditahan. Pusatnya di fokus. Fokusnya habis, semuanya hilang, mati lampu. Selesai, tidak bisa ngapa-ngapain,” lanjutnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini