AUSTIN – Marc Marquez memang gagal menjaga hegemoninya di Circuit of The America (COTA) pada MotoGP Amerika Serikat 2019. Pembalap Repsol Honda itu gagal menyelesaikan lomba karena terjatuh di tikungan 12 pada putaran ke-11. Namun, Manajer Teknis Repsol Honda, Alberto Puig, tetap melihat banyak sisi positif dari musibah tersebut.
Salah satunya adalah betapa dominannya laju motor RC213V yang dikendarai Marc Marquez. Pada dua balapan beruntun, yakni seri Argentina dan Amerika Serikat, pembalap asal Spanyol tersebut sukses mendominasi nyaris di semua sesi, mulai dari latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan.
Sebelum terjatuh di COTA pun, Marquez sempat membuka jarak hingga lebih dari 3 detik atas Valentino Rossi. Fakta itu membuat Alberto Puig dan segenap kru Repsol Honda semakin termotivasi untuk bekerja keras pada balapan-balapan berikut.

(Baca juga: Rossi Kaget Marquez Gagal Finis di MotoGP Amerika Serikat 2019)
“Marc berada dua langkah di depan ketika di lintasan, ini sesuatu yang memberikan kami motivasi serta harapan tinggi untuk terus bekerja. Strategi yang dipakai Marc adalah start and go, tetapi dia kehilangan cengkeraman ban depan,” ujar Alberto Puig, mengutip dari Crash, Rabu (17/4/2019).
“Poin positifnya adalah Marc tidak mengalami cedera. Dia menjadi lebih kuat dari sebelumnya dan itu sudah ditunjukkan dalam dua balapan terakhir. Sisi negatifnya tentu saja kami tidak mendapat poin di Austin,” imbuh pria berusia 52 tahun itu.

Repsol Honda memang gagal mencetak poin pada kategori konstruktor setelah Jorge Lorenzo juga tidak menyelesaikan balapan. Tim yang berbasis di Aalst, Belgia, tersebut tercecer di peringkat empat dengan koleksi 52 poin, terpaut 28 angka dari pemuncak klasemen sementara, Mission Winnow Ducati.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.