nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Petronas Yamaha SRT: Tak Mudah Ciptakan 'Rossi Baru'

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 01:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 38 2017610 bos-petronas-yamaha-srt-tak-mudah-ciptakan-rossi-baru-PVmw3PvmY1.jpg Pembalap Tim Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi (Foto: Twitter)

SELANGOR – Manajer Tim Petronas Yamaha SRT, Wilco Zeelenberg, cukup optimis timnya bisa mencertak pembalap-pembalap potensial bagi pabrikan Yamaha untuk bersaing di kelas utama MotoGP. Kendati begitu, Zeelenberg mengatakan adalah satu hal yang mustahil untuk menemukan sosok seperti Valentino Rossi.

Ia menilai pembalap berjuluk The Doctor itu merupakan sosok spesial. Zeelenberg sendiri tidak yakin akan ada ‘The Next Rossi’ meski sang pembalap telah pensiun nantinya.

“Tak mudah cari Vale 'baru'. Ia rider spesial, melakukan hal-hal hebat di olahraga ini. Tapi pada akhirnya yang diinginkan pabrikan adalah rider yang mampu menang. Dari sudut pandang ini, jelas kami punya pondasi yang kuat untuk mengembangkan talenta muda bagi Yamaha. Jadi, mencari Vale 'baru' adalah 'mission: impossible', tapi mencarikan rider pemenang, tentu kami bisa melakukannya,” ujar Zeelenberg, melansir dari laman Motorsport, Kamis (14/2/2019).

Baca juga: Canda Rossi yang Ingin Racuni Bagnaia dan Morbidelli

“Semua tampak berjalan baik. Tapi jelas ini bukan berkat saya. Saya dan Yamaha saling kenal dengan baik, jadi ini membantu. Selain itu, orang-orang yang bekerja di tim kami juga berpengalaman di MotoGP. Bahkan orang seperti Ramon (Forcada) pernah meraih gelar. Jadi semua ini sangat membantu kami memahami apa yang dibutuhkan agar tampil kompetitif. Kami tim baru, tapi penuh orang berpengalaman,” tambahnya.

Zeelenberg juga tak memungkiri bahwa Petronas Yamaha SRT merupakan bagian dari program junior Yamaha, di mana salah satu dari kedua ridernya diharapkan bisa menjadi pengganti potensial untuk Valentino Rossi, yang akhir pekan ini berusia 40 tahun dan kontraknya dengan pabrikan Garpu Tala akan habis pada akhir 2020 nanti.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini